Dikutip detikINET dari WashingtonPost, Rabu (7/1/2009), sebuah penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat menyebutkan, lebih dari 90 persen remaja di sana memiliki akses internet dan memiliki account di situs-situs jejaring sosial.
Situs seperti MySpace dibanjiri lebih dari 200 profil user, yang seperempatnya remaja di bawah 18 tahun. Yang menjadi masalah, sekitar 54 persen dari 500 profil yang dipilih acak mencantumkan informasi yang berbau seksual dan kekerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua penelitian ini, Dr. Megan Moreno, memiliki ide untuk mengirimkan pesan lewat email ke sebagian pemilik profil yang telah diteliti tersebut. Pesan itu berisi peringatan dan anjuran positif kepada remaja terkait bahaya mengekspos informasi seksual di situs jejaring sosial.
Hasilnya, 42,1% dari penerima email telah menghilangkan informasi berbau seksual dan kekerasan dari account mereka.
Moreno menyarankan agar orang tua tidak melarang anak-anak mereka menggunakan situs jejaring sosial. Namun, justru orang tua sebaiknya meminta anak-anaknya untuk menunjukkan profil MySpace atau Facebooknya, sehingga orang tua bisa lebih mengenal perilaku anak-anak mereka.
(faw/faw)