Kelompok Hamas misalnya, mengirimkan SMS bernada gertakan pada warga Israel. Dan sebaliknya, Israel juga mengancam warga Palestina dengan bombardir SMS serta panggilan telepon.
"SMS itu berbunyi bahwa misil Palestina akan menjangkaumu (warga Israel-red) dimana pun kamuΒ berada dan pemerintahmu tak akan mampu melindungimu," kata Abu Mujaheid, juru bicara Palestinian Resistance Committees.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di pihak lain, juru bicara militer Israel Benjamin Rutland berkilah bahwa jika Palestina mengirim SMS bernada ancaman, Israel justru mengirim SMS yang memperingatkan warga Palestina untuk mengungsi.
Namun hal itu sontak dibantah warga Palestina yang menilai kiriman SMS Israel juga bernada ancaman. Seperti melakukan panggilan telepon yang menakut-nakuti bahwa masyarakat Palestina hanya punya waktu beberapa menit sebelum rumah mereka dibom atau pun ancaman lainnya.
Untuk menghindari salah paham, perusahaan telepon Palestina Paltel sibuk memberitahu konsumen di Gaza bahwa panggilan semacam itu dilakukan Israel, bukan oleh mereka. Demikian seperti dilansir Guardian dan dikutip detikINET, Senin (5/12/2008).
(fyk/ash)