Semua itu terbantahkan di ajang International Workshop Open Source and Open Content (WOSOC) yang berlangsung 1-3 Desember 2008 di Hotel Dynasty Bali.
Dari rangkuman materi yang dipaparkan para peneliti akademisi, mulai dari siaran digital, forensik TI, sampai KPK, hampir semuanya menunjukan bahwa industri pengembangan software aplikasi open source punya banyak peluang di tanah air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya, penyediaan software aplikasi untuk pengadaan Set Top Box," ujar Ananda Kusuma, salah satu peneliti dari BPPT Indonesia, dalam sesi pembukaan WOSOC.
Selain tentang software televisi digital, materi penelitian lainnya yang juga menarik untuk dijadikan inspirasi bisnis, antara lain tentang pengembangan aplikasi ponsel dan forensik digital berbasis open source.
Adalah Andreas Vangerow dan I Made Wiryana yang menggagas SAFFA atau System Architecture for Forensic Analysis untuk sistim forensik digital ini. Proyek SAFFA ini punya tujuan agar dokumentasi forensik digital bisa diterima menjadi analisa di pengadilan untuk skala internasional.
"Sistem ini tengah dikembangkan bersama antara Universitas Gunadarma, Kepolisian RI, dan KPK (Komisi Pemberantas Korupsi)," tandas Made.
(rou/ash)