Hal itu disampaikan Engkos Koswara, Staff Ahli Menristek, saat meresmikan fasilitas unit peraga Worldwide Telescope di Observatorium Boscha, Lembang, Bandung, Kamis (27/11/2008). Menurut Engkos, Ristek menginginkan kerjasama agar Microsoft dan Open Source bisa co-existing (hidup bersama).
Engkos mencontohkan hal itu telah dilakukan dalam sebuah program pengembangan piranti lunak untuk mengendalikan robot yang dilakukan Ristek. Piranti lunak tersebut, ujarnya bisa berjalan pada sistem operasi Microsoft dan Open Source.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai hal itu, pihak Microsoft belum berkomentar banyak. Toni Seno Hartono, National Technology Officer PT Microsoft Indonesia menyinggung bahwa beberapa aplikasi dari Microsoft Research memiliki sifat terbuka.
Toni mencontohkan aplikasi Worldwide Telescope yang menjadi ruh dari fasilitas peraga di Observatorium Boscha itu memiliki antarmuka yang terbuka. Dengan demikian, ujar Toni, pengembang bisa bebas membuat aplikasi yang berinteraksi dengan Worldwide Telescope.
(wsh/wsh)