"Hingga hari ini, lebih dari 11 ribu orang terdaftar. Sepertinya angka nya akan terus bertambah," ujar anggota PPLN Malaysia, Askar Triwiyanto kepada detikcom, Minggu (16/11/2008).
Askar menjelaskan, sampai kemarin telah terdata 446.612 calon pemilih WNI. Dari jumlah tersebut, WNI yang mendaftarkan diri secara aktif dengan cara menyerahkan formulir pendaftaran, mendaftar via internet dengan alamat http://ppln.kbrikl.org.my maupun lewat sms berjumlah 11.885.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendaftaran pemilih melalui internet sudah dimulai sejak 1 November lalu. Sedangkan pendaftaran melalui SMS sudah berjalan sejak Jumat 14 hingga 17 November 2008 pukul 24.00 waktu Malaysia.
Terobosan pendaftaran melalui perangkat IT ini, jelas Askar, dilakukan mengingat sebaran WNI di Malaysia yang sangat luas sedangkan PPLN dihadapkan kepada keterbatasan sumber daya manusia.
"Meski baru dilantik dan PPLN ini baru berjalan 1 bulan, kami cukup gembira dengan tingkat partisipasi WNI yang mendaftar," tambah Askar.
Askar juga menambahkan, PPLN sedang melakukan pemetaan terhadap titik-titik konsentrasi WNI untuk dimungkinkan dibentuknya Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) untuk tingkat TPS.
"Contohnya saja wilayah Kajang yang jumlah WNI-nya mencapai 8.000, kita akan upayakan dibentuk TPS tersendiri di sana," imbuhnya.
Ketua PPLN Malaysia Hari Permadi mengatakan, untuk menjaga validitas data PPLN Malaysia menggandeng Indonesian Brain Circulation Network (IBCN).
"Kami menjaga validitas data, karenanya kami menggunakan 2 server sekaligus, di Malaysia dan Amerika" kata Hari.
Hari juga mengatakan, hingga pukul 19.00 waktu Malaysia SMS yang masuk bertambah 1.446 melalui Digi dan 4.002 (Celcom). Bahkan PPLN masih terus melakukan verifikasi data calon pemilih yang diberikan oleh relawan partai politik agar tidak terjadi pemilih ganda. Jumlah yang diverifikasi sebanyak lebih kurang 28 ribu WNI.
"JIka tingkat kesadaran WNI tinggi, maka jumlah calon pemilih yang mendaftar terus bertambah," pungkasnya
(rmd/ash)