Para peneliti menemukan, subyek yang diteliti berbohong 50 persen lebih sering saat berkomunikasi via e-mail ketimbang di media kertas.
Dalam studi ini, sebanyak 150 responden diberi sejumlah uang tunai dan harus membaginya dengan orang asing. Negosiasinya dilakukan via e-mail atau kertas tulis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komunikasi via e-mail menurunkan tingkat kepercayaan dan kerja sama jika dibandingkan dengan sistem kertas dan pena," demikian kata Terri Kurtzberg dari Rutgers University seperti dilansir TechRadar dan dikutip detikINET, Minggu (28/9/2008). (fyk/wsh)