Demikian hasil studi yang dipaparkan di sebuah konferensi internasional tentang kesehatan dan ponsel di London baru-baru ini. Lebih lanjut juga dijelaskan, risiko tumor otak yang tumbuh akibat penggunaan ponsel berlebihan itu dikaitkan dengan pertumbuhan otak anak di bawah umur 16 tahun yang masih berkembang.
Para periset menyebutkan, orang yang memulai aktivitas berponsel sebelum umur 20 tahun, 5 kali lebih berisiko untuk terkena kanker sel glial yang berhubungan dengan pusat sistem saraf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Profesor Lennart Hardel dari University Hospital di Orebro, Swedia, risiko kanker tersebut akan lebih besar bila yang terpapar radiasi adalah anak-anak balita. Hal itu karena kepala anak balita lebih kecil serta tengkorak kepala mereka juga lebih tipis dari orang dewasa. Demikian seperti dikutip detikINET dari SMH, Rabu (24/9/2008).
"Kita harus melakukan pencegahan," ujar Profesor Hardel. Lebih lanjut Hardel mengimbau agar anak-anak menggunakan handsfree bila ingin berbicara di ponsel untuk meminimalisir paparan radiasi.
Pun telah banyak studi serupa soal keterkaitan kanker dengan radiasi ponsel, namun sebagian ilmuwan juga masih meragukan hasil studi tersebut. Penggunaan ponsel dinilai tidak terlalu relevan dengan kanker. Namun belum ada bantahan tentang keterkaitan pemakaian ponsel dan kanker pada balita.
Ikuti kontes foto berhadiah ponsel Nokia dan BlackBerry di detikINET Forum
(amz/wsh)