"Kami menemukan bahwa orang yang narsis memakai Facebook untuk mempromosikan dirinya sendiri dan hal itu bisa diidentifikasi oleh orang lain," kata pemimpin penelitian ini, Laura Buffardi seperti dikutip detikINET dari ScienceDaily, Selasa (23/9/2008).
Dalam penelitian yang bakal dipublikasikan di jurnal Personality and Social Psychology Bulletin ini, peneliti menganalisis kepribadian sekitar 130 pengguna Facebook berikut konten di profil mereka. Juga diteliti bagaimana tanggapan orang lain yang melihat profil tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Keith Campbell, profesor psikologi di University of Georgia yang turut membantu penelitian ini, orang yang narsis dapat diidentifikasi sebagai orang yang mempesona. Namun seringkali mereka memanfaatkan orang lain untuk kepentingan diri sendiri.
Di samping itu, juga ditemukan bahwa mereka yang melihat profil seseorang di situs jejaring biasanya memakai 3 karakteristik untuk memperkirakan bagaimana kepribadian orang itu. Tiga hal tersebut yaitu kuantitas interaksi sosial, kadar atraktifitas seseorang serta bagaimana wujud foto utamanya.
Popularitas pesat situs jejaring sosial memang membuat psikolog tertarik mengeksplorasinya untuk mengetahui ekspresi kepribadian seseorang di dunia maya. Namun penelitian semacam ini masih berada di tahap awal karena masih relatif mudanya popularitas situs jejaring sosial.
Berbagi cerita soal fenomena dunia maya? Gabung saja di detikINET Forum! (fyk/dwn)