"Tahun lalu, penghematan energi belum diperhatikan. Namun tahun ini, sembilan dari sepuluh orang memikirkan apakah suatu produk membantu mereka menghemat uang," kata Kim Dong-Han dari retail elektronik Korea Selatan, Hi-Mart.
Dengan harga minyak berkutat pada kisaran USD 145 per barrel dan membuat harga-harga naik, konsumen memperketat ikat pinggang. Produsen elektronik yang membuat perangkat hemat energi dan mampu memasarkannya secara efektif pun dapat meraih keuntungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para produsen pun berlomba-lomba membuat perangkat yang lebih hemat energi daripada kompetitornya. LG misalnya, memproduksi mesin cuci yang diklaim 70 persen lebih hemat daya dan air daripada produk saingannya.
Adapun di industri komputer, produk hemat energi juga jadi prioritas.
Produsen komputer besar seperti Apple atau Lenovo mengganti bahan pembuatan layar komputer dari cold cathode fluorescent lamps (CCFLs) menjadi light emitting diode (LED).
"LED lebih hemat daya sampai 40 persen daripada backlight tradisional. Tahun depan, LED akan makin jamak dijumpai di layar laptop dan televisi," tutur Jeff Kim, analis di Hyundai Securities.
Biro peneliti pasar DisplaySearch mengharapkan penjualan laptop dengan layar LED naik 12 persen di tahun 2010 dibandingkan sekarang.
Ingin tahu info seru seputar laptop atau komputer? Gabung saja di detikINET Forum!
(fyk/ash)