Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Advan Ingin Rebut 10% Pasar Notebook

Advan Ingin Rebut 10% Pasar Notebook


- detikInet

Jakarta - Advan selaku pemain baru di sektor komputer jinjing merasa optimistis bisa mencuri 10% pangsa pasar notebook di Indonesia.

Marketing Director PT Intech Surya Abadi, Teddy Tjan, yang mengelola pemasaran notebook asal Taiwan itu mengaku yakin bisa menggaet konsumen yang bertipikal membeli notebook sesuai dengan kebutuhan, bukan berdasarkan merek barang.

"Konsumen seperti ini kami sebut sebagai smart customer. Dan inilah market yang tengah kami bidik," ujarnya di sela Festival Komputer Indonesia (FKI) di Jakarta Convention Center yang berlangsung dari 11-15 Juni 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Optimisme Advan pun semakin menjadi, mengingat dalam keikutsertaannya dalam pameran komputer semisal FKI, notebook yang dipasarkannya terhitung laku keras.

"Benar-benar di luar dugaan melihat begitu antusiasnya masyarakat terhadap notebook. Dalam dua hari saja notebook kami sudah terjual sekitar 300-an unit," seringai Teddy.

Teddy pun berpendapat, tingginya animo masyarakat dikarenakan kompetitifnya harga notebook yang ditawarkan Advan. "Cukup dengan uang lima juta rupiah pengunjung sudah bisa membawa pulang notebook dengan prosesor Core 2 Duo."

Keputusan Advan untuk terus bermain di segmen menengah ke bawah bukan tanpa alasan. Berdasarkan data riset IDC 2007, pasar notebook yang paling 'gemuk' ada pada level harga di bawah US$ 720. Sebagai ilustrasi, sekarang ini pangsa pasar notebook ada sekitar 650 ribu unit. Di situ, 450 ribu unit dikuasai oleh notebook dengan harga di bawah US$ 720. "Di level inilah kami bermain," ungkap Teddy.

Meski bukan perkara mudah melakukan penetrasi dengan merek barang yang belum ternama, namun sekali lagi hal itu tidak menyurutkan optimisme Advan dalam menembus pasar notebook di Tanah Air.

"Apa sih yang dibutuhkan pengguna notebook? Pertama jelas prosessor, kemudian VGA, memori, dan harga. Jika semua varian tersebut sama, antara brand satu dengan lainnya, buat apa beli yang lebih mahal. Toh, kualitas dan performanya dijamin sama juga," Teddy menandaskan.

Mau ngobrol seputar komputer dan notebook? Diskusikan saja di detikINET Forum.
(rou/ash)





Hide Ads