Kemunculan ponsel layar sentuh saat ini sedang meramaikan pasar di dunia telekomunikasi, termasuk ponsel layar sentuh tanpa tombol milik iPhone.
Tidak sedikit orang berbondong-bondong membeli ponsel baru ini, meski harganya selangit. Ponsel layar sentuh memang berkesan keren untuk dimiliki namun tidak demikian saat digunakan. Banyak orang mengalami kesulitan saat menggunakan ponsel tanpa tombol seperti yang umumnya mereka gunakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stephen Brewster dan koleganya di University of Glasgow mengklaim keluhan ini dapat terpecahkan dengan penemuan dari Immersion of San Jose di California yang menciptakan software dimana timbul getaran saat pengguna mengoperasikan ponselnya dan seakan-akan mereka merasa menekan tombol.
LG dan Samsung juga diklaim telah membuktikan bahwa software yang dinamakan VibeTonz ini dapat mengurangi kecerobohan pengoperasian ponsel, misalnya, ketertinggalan satu angka pada saat akan menelpon seseorang, kesalahan pengetikan SMS, dan lainnya.
VibeTonz menimbulkan getaran selama 30 mili per detik saat tombol ponsel disentuh ataupun saat menggeser jari dari tombol yang satu ke lainnya. Fitur ini menimbulkan sensasi getaran yang seolah-olah memberi keyakinan bahwa pengguna sedang menekan tombol ponsel.
Immersion of San Jose ini mengungkapkan bahwa keakuratan dan kecepatan mengetik seseorang berkaitan erat dengan ada atau tidaknya keyboard di ponsel. Dengan demikian software ini cukup membantu mengurangi tingkat kesalahan pengoperasian ponsel pengguna.
Seperti dilansir New Scientist Tech, Minggu (30/3/2008), penemuan baru ini akan mulai dikenalkan bulan April 2008 mendatang di Computer Human Interaction conference, Florence, Italia. (rou/wsh)