Mariana Kasim, Marketing Director Imaging Printing Group and Personal Systems Group Hewlett-Packard Indonesia mengatakan, selama ini HP telah mempunyai strategi marketing sendiri. Strategi tersebut berasal dari regional dan diadaptasi serta dimplementasikan di Indonesia sesuai kebutuhan.
Jadi kalau tiba-tiba pesaing meluncurkan laptop murah, HP belum tentu akan langsung mengikuti langkah kompetitor. "Tapi setidaknya, langkah kompetitor akan mempengaruhi adaptasi strategi kita. Apakah itu kita percepat, diubah tergantung kondisi, kita fleksibel," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Asus dan Zyrex baru meluncurkan Eee PC dan Anoa yang dihargai Rp 3-4 jutaan. Sementara laptop besutan HP yang termurah -- HP 520 -- masih bermain di harga Rp 5 jutaan.
"Kita tak takut tertinggal dalam meluncurkan laptop murah. Sebagai seorang marketing, kita diharapkan memang harus menjadi yang terdepan, tapi yang lebih penting adalah memberikan produk yang lebih baik, sesuai, cocok dan tidak dengan mengorbankan kualitas prioduk itu sendiri," tandas Mariana. (ash/ash)