Laptop murah tersebut sejatinya diklaim tahan terhadap kondisi yang tidak bersahabat seperti hujan dan debu. Memiliki layar yang dapat terbaca di bawah sinar matahari, laptop ini dilengkapi baterai yang tahan 12 jam dan dapat diisi ulang dengan menggunakan panel surya atau engkol tangan.
Dijual dengan harga berkisar USD 100 (USD 1= Rp 9.399, sumber Detikcom), satu juta laptop telah dipesan oleh pemerintah Nigeria yang berkuasa pada 2006 silam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan Menteri Pendidikan Igwe Aja-Nawachuku menilai bahwa proyek ini telah mengabaikan keperluan dasar bagi sekolah Nigeria dan perlu ditinjau ulang.
"Apa artinya memperkenalkan laptop kepada anak padahal mereka tidak memiliki bangku untuk duduk dan belajar, tidak memiliki seragam dan fasilitas lainnya untuk sekolah?" ujar Igwe Aja-Nawachuku, seperti dikutip detikINET dari Irrinnews, Sabtu (29/12/2007).
Pendapat tersebut kontan ditangkal oleh Manajer proyek OLPC, Tomi Davies, yang menegaskan bahwa komputer merupakan kunci perubahan bagi negara berkembang seperti Nigeria.
Hingga saat ini sekitar 300 laptop telah dikirimkan ke siswa-siswa di Galadima, sebuah desa di pinggiran kota Abuja, Nigeria. Para guru pun mengatakan bahwa komputer berdampak positif bagi para siswa.
"Ruang kelas yang nyaman memang penting, tapi bukan yang utama, yang lebih penting adalah pengetahuan yang dapat kita berikan bagi para siswa," ungkap seorang guru Olugbile Oluyinka.
(dwn/dbu)