Saat ini sudah hadir Fold8 dan iPhone duo yang akan hadir di tanggal 16 Oktober 2026. Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan tampilan sangat ringkas dan bodi lebih tipis dengan bobot hanya 201 gram.
Saat dibentangkan, ponsel ini berukuran 123,9 x 161,4 mm dengan ketebalan yang sangat tipis, yaitu 4,5 mm. Sementara dalam kondisi terlipat, ketebalannya mencapai 9,7 mm, menjadikannya lebih praktis digenggam maupun disimpan di saku.
Di sisi lain, iPhone Duo hadir bersaing dengan ketebalan 11,3 mm saat kondisi terlipat dan makin ramping hingga 5,2 mm ketika dibentangkan.
Untuk kebutuhan produktivitas, Galaxy Z Fold8 jauh lebih maksimal untuk multitasking dibanding iPhone Duo karena mendukung hingga 3 aplikasi sekaligus secara bersamaan (vs maksimal 2 aplikasi di Split View iPhone Duo), ditambah dukungan mode desktop Samsung DeX yang tidak dimiliki lawan bertandingnya. Walau kedua perangkat mengusung layar utama seluas 7,6 inci, pendekatan fitur pintar berbasis perangkat lunaknya berbeda, yakni perpaduan Galaxy AI melawan Apple Intelligence.
| Spesifikasi | Samsung Galaxy Z Fold8 | Apple iPhone Duo |
| Ketebalan | 4,5mm saat dibuka 9,7mm saat dilipat | 5,2mm saat dibuka 11,3mm saat dilipat |
| Berat | 201 gram | 254 gram |
Desain Tipis dan Ringan Digenggam
Selain unggul dalam fitur produktivitas, Samsung Galaxy Z Fold8 hadir dengan bobot yang lebih ringan. Pembawaan bobot ini menjadikan ponsel layar lipat tersebut tetap nyaman dan ergonomis saat digenggam untuk penggunaan harian.
Kombinasi bobot yang lebih ringan serta layar utama berukuran 7,6 inci memberikan kenyamanan ekstra bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja luas dalam wujud perangkat yang tetap praktis dioperasikan.
Apa Keunggulan Multitasking Samsung Galaxy Z Fold8 Dibanding HP Biasa?
Layar utama yang lebih luas membuat Galaxy Z Fold8 tidak hanya memberikan ruang lebih besar untuk menikmati konten, tetapi juga mendukung penggunaan beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan. Hal ini membuat aktivitas seperti membaca informasi sambil membalas pesan atau membuka aplikasi lain dapat dilakukan tanpa harus terlalu sering berpindah layar.
HP biasa juga memiliki fitur split screen, tetapi ruang layar yang lebih terbatas dapat membuat dua aplikasi terasa lebih sempit. Galaxy Z Fold8 menawarkan ruang yang lebih luas untuk menjalankan dua hingga tiga aplikasi sekaligus, ditambah fitur pop-up window, App Pair, Edge Panel, dan DeX.
Apa yang Membuat Multitasking Galaxy Z Fold8 Berbeda dari HP Biasa?
Pengalaman multitasking di Samsung Galaxy Z Fold8 jauh melampaui ponsel biasa berkat layar lipat 7,6 inci dan sistem Multi Window yang fleksibel. Pengguna dapat menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus, mengatur floating window, serta mengubah tampilan menjadi layaknya komputer melalui fitur Samsung DeX.
Berikut perbandingan spesifikasi utama Samsung Galaxy Z Fold8 dengan iPhone Duo.
| Spesifikasi | Samsung Galaxy Z Fold8 | Apple iPhone Duo |
| Layar Utama | 7,6 inci Dynamic AMOLED 2X | 7,6 inci Super Retina XDR OLED |
| Chipset | Snapdragon 8 Elite Gen 5 | Apple A20 Pro |
| Batas Multitasking | Hingga 3 aplikasi + Pop-up Window | Maksimal 2 aplikasi (Split View) |
| Fitur App Pair | Simpan hingga 3 aplikasi di Edge Panel | Simpan 2 aplikasi |
| Mode Desktop | Tersedia (Samsung DeX) | Tidak tersedia |
| Ekosistem AI | 47 fitur Galaxy AI | Apple Intelligence |
| Kamera Utama | 50 MP wide + 50 MP ultrawide (tanpa telefoto) | 48 MP wide + 48 MP ultrawide (tanpa telefoto) |
| Kapasitas & Harga | 256GB: Rp28,5 juta
| 256GB: US$1.999 (± Rp35,3 juta)
|
Catatan: Harga dalam rupiah untuk iPhone Duo di atas merupakan konversi perkiraan dari harga rilis di Amerika Serikat dan belum termasuk komponen pajak atau bea masuk jika resmi masuk ke Indonesia.
Keunggulan utama multitasking pada Samsung Galaxy Z Fold8 terletak pada kemampuannya menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus secara fleksibel tanpa memotong tampilan layar. Pengguna juga dapat memanfaatkan Edge Panel sebagai akses pintas untuk menyimpan sekaligus membuka kombinasi tiga aplikasi favorit hanya dalam satu ketukan.
Selain itu, keberadaan mode Samsung DeX menghadirkan pengalaman layar PC yang intuitif, sehingga perangkat dapat dengan mudah dihubungkan ke monitor eksternal untuk mendukung produktivitas tinggi.
Apa Peran Galaxy AI dalam Pengalaman Multitasking di Galaxy Z Fold8?
Dukungan Galaxy AI membuat alur kerja pada layar lipat Samsung Galaxy Z Fold8 jadi lebih cepat dan responsif. Pengguna tidak cuma membagi tampilan layar, tetapi juga bisa menyelesaikan banyak tugas sekaligus dengan bantuan fitur kecerdasan buatan berikut.
- Now Nudge
Fitur ini membaca konteks aktivitas yang sedang dilakukan pengguna, lalu secara proaktif menyarankan aplikasi yang relevan untuk dibuka di jendela Multi Window selanjutnya. Misalnya, saat sedang chat soal rencana makan malam, Now Nudge bisa otomatis menyarankan membuka Kalender di salah satu split screen untuk langsung bikin jadwal, tanpa pengguna perlu keluar dari percakapan.
Cara mengaktifkan:
- Buka Settings.
- Pilih Advanced features.
- Pilih Galaxy AI.
- Aktifkan Now Nudge.
Fitur ini jadi salah satu bukti bahwa multitasking di Fold8 bukan cuma soal ruang layar yang lega, tapi juga makin "pintar" berkat AI yang berjalan langsung di perangkat.
- Circle to Search
Mencari informasi atau menerjemahkan teks dari aplikasi mana pun cukup dengan melingkari layar tanpa berpindah jendela. Cara mengaktifkan:
- Buka Settings.
- Pilih Display.
- Pilih Navigation bar.
- Akitfkan Circle to Search.
- Note Assist
Otomatis merangkum, merapikan format, dan menerjemahkan catatan panjang di Samsung Notes secara real-time. Cara mengaktifkan:
- Buka Samsung Notes.
- Buka Settings.
- Aktifkan Note Assist.
- Interpreter Dual Screen
Menampilkan terjemahan percakapan dua arah secara bersamaan di layar utama dan layar luar (Cover Screen). Cara mengaktifkan:
- Buka Quick Settings.
- Pilih Interpreter.
- Aktifkan mode Dual Screen.
- Writing Assist
Membantu menyesuaikan tone kalimat dan merapikan ejaan pesan atau email langsung dari keyboard. Cara mengaktifkan:
- Buka Samsung Keyboard Settings.
- Pilih Smart typing.
- Aktifkan Writing Assist.
- Gemini Live
Memungkinkan interaksi dan diskusi berbasis suara secara real-time dengan AI, misalnya untuk mencari ide di satu sisi layar sambil mencatat hasilnya di sisi lain.
Sinergi antara layar lapang 7,6 inci dan Galaxy AI ini memastikan multitasking di Z Fold8 berjalan makin pintar, praktis, dan efisien.
- Sketch to Image
Mengubah coretan sketsa sederhana menjadi karya visual atau grafis utuh secara instan untuk kebutuhan presentasi dan ideasi.
- Photo Assist
Memungkinkan proses penyuntingan dan manipulasi elemen foto secara langsung tanpa perlu berpindah dari jendela aplikasi yang sedang aktif.
Apa Saja Fitur yang Bikin Multitasking Samsung Galaxy Z Fold8 Lebih Mulus?
1. Multi-window for all apps
Fitur di menu Labs ini memungkinkan pengguna mencoba menjalankan lebih banyak aplikasi dalam mode split screen atau pop-up, termasuk aplikasi yang secara default memiliki keterbatasan.
Cara mengaktifkan:
- Buka Settings.
- Pilih Advanced features.
- Pilih Labs.
- Aktifkan Multi window for all apps.
Fitur ini bersifat eksperimental sehingga kompatibilitasnya dapat berbeda pada setiap aplikasi.
2. Drag from Recents
Pengguna dapat mengatur aplikasi dari Recent Apps tanpa kembali ke Home Screen. Aplikasi bisa langsung dipilih untuk digunakan dalam split screen atau pop-up.
Cara menggunakan:
- Buka Recent Apps.
- Tekan ikon aplikasi pada kartu aplikasi.
- Pilih Open in split screen view atau Open in pop-up view.
- Pilih aplikasi kedua jika menggunakan split screen.
3. Swipe gesture untuk split screen
Gesture membuat aplikasi yang sedang digunakan lebih cepat dialihkan ke mode split screen.
Cara mengaktifkan:
- Buka Settings.
- Pilih Advanced features.
- Pilih Multi window.
- Aktifkan Swipe for split screen.
Gunakan gesture dari bagian bawah layar saat aplikasi terbuka.
4. Swipe dari sudut untuk pop-up
Galaxy Z Fold8 juga memungkinkan aplikasi diubah menjadi jendela mengambang melalui gesture dari sudut layar.
Cara mengaktifkan:
- Buka Settings.
- Pilih Advanced features.
- Pilih Multi window.
- Aktifkan Swipe for pop-up view.
- Usap dari sudut atas layar ke arah tengah.
5. Simpan App Pair
Kombinasi tiga aplikasi yang sering digunakan dapat disimpan sebagai App Pair di Edge Panel. Dengan begitu, pengguna bisa membuka ketiganya sekaligus tanpa mengatur ulang Multi Window.
Cara menyimpan:
- Buka tiga aplikasi dalam Multi Window.
- Ketuk ikon atau pembatas di antara aplikasi.
- Pilih Add to app pair.
- Simpan ke Edge panel.
6. Manfaatkan Edge Panel
Edge Panel menjadi jalan pintas untuk membuka aplikasi dan mengaturnya dalam Multi Window.
Cara menggunakan:
- Geser dari sisi layar untuk membuka Edge panel.
- Tekan dan tahan aplikasi.
- Tarik aplikasi ke sisi atau bagian layar yang diinginkan.
- Lepaskan untuk membuka Multi Window.
7. Header bar swipe-down di DeX
Saat menggunakan Samsung DeX, aplikasi dapat diubah dari tampilan penuh menjadi floating window dengan menarik bagian header ke bawah.
Cara menggunakan:
- Buka Samsung DeX.
- Jalankan aplikasi.
- Tekan dan tahan header bar.
- Tarik header ke bawah.
- Atur posisi window sesuai kebutuhan.
Apakah Samsung Galaxy Z Fold8 Pilihan Terbaik?
Galaxy Z Fold8 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang sering menjalankan beberapa aktivitas sekaligus. Layar 7,6 inci, Multi Window, App Pair, Edge Panel, pop-up window, gesture, dan DeX membuat pengaturan aplikasi lebih fleksibel dibandingkan HP biasa.
Kombinasi ini membuat layar lebar Fold8 tak hanya soal 'berapa aplikasi yang bisa dibuka', tapi juga soal seberapa efisien setiap aplikasi itu bisa saling terhubung.
Namun, kebutuhan setiap pengguna berbeda. Jika hanya membutuhkan multitasking sederhana, HP biasa mungkin sudah mencukupi. Sementara bagi pengguna yang menjadikan multitasking sebagai bagian dari pekerjaan atau aktivitas harian, fitur-fitur Galaxy Z Fold8 memberikan ruang kerja yang lebih praktis.
Samsung Galaxy Z Fold8 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan perangkat produktivitas tinggi dalam wujud yang tetap praktis. Sinergi antara layar lapang 7,6 inci, Multi Window, App Pair, Edge Panel, pop-up window, gesture, hingga mode Samsung DeX menghadirkan fleksibilitas pengaturan aplikasi yang jauh melampaui kemampuan ponsel biasa.
Nilai tambah utama ponsel layar lipat ini tidak hanya terletak pada seberapa banyak aplikasi yang dapat dibuka secara bersamaan, melainkan pada tingkat efisiensi dan kenyamanan pengoperasiannya. Dengan bobot yang lebih ringan (hanya 201 gram) serta bodi yang semakin tipis, aktivitas multitasking yang kompleks dapat dilakukan tanpa mengorbankan kenyamanan genggaman saat digunakan beraktivitas seharian.
Meski demikian, kebutuhan setiap pengguna tetap berbeda. Bagi pengguna yang hanya memerlukan pembagian layar sederhana, ponsel biasa mungkin sudah mencukupi. Namun, bagi profesional yang menjadikan multitasking sebagai bagian inti dari pekerjaan harian, kombinasi fitur produktivitas yang lengkap dan bodi yang sangat ringan menjadikan Samsung Galaxy Z Fold8 sebagai salah satu opsi perangkat layar lipat paling ideal di pasaran.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apakah Galaxy Z Fold8 bisa membuka tiga aplikasi sekaligus?
Ya. Galaxy Z Fold8 mendukung Multi Window untuk menjalankan hingga tiga aplikasi secara bersamaan pada layar utama dalam konfigurasi yang didukung. Kombinasi aplikasi yang sering digunakan juga dapat disimpan melalui App Pair sehingga dapat dibuka kembali dengan lebih cepat.
2. Apa kelebihan multitasking Galaxy Z Fold8 dibanding HP biasa?
Keunggulan utamanya terletak pada layar yang lebih luas dan pilihan pengaturan window yang lebih fleksibel. Galaxy Z Fold8 mendukung split screen, pop-up window, App Pair, Edge Panel, hingga DeX sehingga pengguna dapat menjalankan beberapa aktivitas tanpa terlalu sering berpindah aplikasi.
3. Bagaimana cara mengaktifkan Multi Window?
Buka Settings > Advanced features > Multi window. Setelah itu, aktifkan Swipe for split screen atau Swipe for pop-up view. Gesture tersebut dapat digunakan saat aplikasi sedang terbuka untuk mempercepat proses mengubah tampilan menjadi split screen atau pop-up window.
4. Apa fungsi Multi-window for all apps?
Multi-window for all apps berada di menu Settings > Advanced features > Labs. Fitur ini memungkinkan pengguna mencoba menjalankan aplikasi yang biasanya memiliki keterbatasan dalam mode split screen atau pop-up. Karena merupakan fitur Labs, kompatibilitas dan hasil penggunaannya dapat berbeda pada setiap aplikasi.
5. Apa itu App Pair di Galaxy Z Fold8?
App Pair merupakan fitur untuk menyimpan kombinasi aplikasi yang sering digunakan bersama. Pada Galaxy Z Fold8, pengguna dapat menyimpan kombinasi hingga tiga aplikasi dan menempatkannya di Edge Panel. Kombinasi tersebut kemudian dapat dibuka kembali dengan satu ketukan, tanpa perlu mengatur ulang Multi Window dari awal.
6. Apa fungsi Samsung DeX untuk multitasking?
Samsung DeX memberikan tampilan kerja yang menyerupai desktop dengan aplikasi dalam bentuk window. Pengguna dapat mengatur ukuran dan posisi aplikasi secara lebih bebas. Fitur ini berguna ketika Galaxy Z Fold8 digunakan untuk aktivitas yang membutuhkan beberapa aplikasi sekaligus dalam ruang kerja yang lebih terorganisasi.
7. Apakah Galaxy Z Fold8 cocok untuk multitasking?
Galaxy Z Fold8 cocok bagi pengguna yang sering menggunakan beberapa aplikasi secara bersamaan. Layar besar dan berbagai fitur Multi Window membuat perangkat lebih fleksibel untuk bekerja, membaca, mencatat, atau berkomunikasi. Namun, jika kebutuhan hanya sebatas penggunaan aplikasi sehari-hari dan split screen sederhana, HP biasa juga dapat menjadi pilihan.
Dalam hal multitasking, Samsung Galaxy Z Fold8 menawarkan kemampuan yang lebih lengkap dibandingkan iPhone Duo. Layar utama 7,6 inci dapat digunakan untuk menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus, ditambah fitur Multi Window, pop-up window, App Pair, Edge Panel, dan Samsung DeX yang membuat pengaturan aplikasi lebih fleksibel. Dukungan Galaxy AI juga melengkapi pengalaman tersebut dengan berbagai fitur yang membantu pengguna bekerja di beberapa aplikasi secara lebih praktis.
Sementara iPhone Duo mengandalkan Split View dengan dukungan hingga dua aplikasi secara bersamaan, Galaxy Z Fold8 memberikan lebih banyak opsi untuk pengguna yang membutuhkan ruang kerja lebih luas dan aktivitas multitasking yang lebih kompleks. Dengan kombinasi layar besar, pengaturan window yang fleksibel, dan mode desktop, Galaxy Z Fold8 menjadi perangkat dengan kemampuan multitasking yang lebih lengkap di antara keduanya.
Dalam hal multitasking, Samsung Galaxy Z Fold8 menawarkan kemampuan yang lebih lengkap dibandingkan iPhone Duo. Layar utamanya yang berukuran 7,6 inci dapat digunakan untuk menjalankan hingga tiga aplikasi sekaligus, lengkap dengan fitur Multi Window, pop-up window, App Pair, Edge Panel, hingga Samsung DeX yang membuat pengaturan aplikasi jauh lebih fleksibel. Dukungan Galaxy AI turut melengkapi pengalaman tersebut lewat berbagai fitur cerdas yang membantu pengguna bekerja di beberapa aplikasi secara lebih praktis.
Sementara itu, iPhone Duo hanya mengandalkan fitur Split View yang membatasi pengoperasian hingga dua aplikasi secara bersamaan. Dengan demikian, Galaxy Z Fold8 memberikan lebih banyak opsi bagi pengguna yang membutuhkan ruang kerja luas dan aktivitas multitasking kompleks. Kombinasi layar besar, pengaturan jendela aplikasi yang adaptif, serta mode desktop menegaskan posisi Galaxy Z Fold8 sebagai perangkat dengan kemampuan multitasking paling unggul di antara keduanya.
(akd/akd)