Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo, Dua Babak Berbeda di Era HP Lipat

Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo, Dua Babak Berbeda di Era HP Lipat


Rahmat Khairurizqi - detikInet

Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo, Dua Babak Berbeda di Era HP Lipat
Foto: Samsung
Jakarta -

Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo sama-sama hadir sebagai HP foldable dengan layar besar. Namun, Galaxy Z Fold8 punya pengalaman lebih panjang di kategori ini dan bobot yang lebih ringan, yakni 201 gram berbanding 254 gram.

Samsung telah mengembangkan lini Galaxy Fold sejak 2019 dengan empat kali perubahan mekanisme engsel, sedangkan iPhone Duo merupakan HP lipat pertama Apple yang baru diperkenalkan tahun ini.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu pembeda antara kedua perangkat yang sama-sama mengusung desain foldable. Lantas, seberapa jauh pengalaman Samsung benar-benar membedakan Galaxy Z Fold8 dari pendatang baru ini?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samsung Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo, Apa Bedanya?

Apple akhirnya masuk ke pasar HP lipat lewat iPhone Duo. Dalam laman resminya, Apple menyebut perangkat ini sebagai foldable iPhone pertama.

iPhone Duo memiliki layar utama 7,6 inci dan layar luar 5,4 inci. Sementara Galaxy Z Fold8 membawa layar utama berukuran sama, tetapi layar luarnya sedikit lebih besar, yakni 5,5 inci.

ADVERTISEMENT

Menariknya, Samsung Galaxy Z Fold8 justru lebih ringan. Samsung mencatat bobot perangkatnya 201 gram, sedangkan iPhone Duo mencapai 254 gram.

Perbedaan lain terlihat dari dapur pacu. Samsung Galaxy Z Fold8 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy, sementara iPhone Duo mengandalkan chip A20 Pro.

Namun, membandingkan keduanya tidak cukup hanya dari spesifikasi. Ada pengalaman panjang yang ikut dibawa Samsung ke Galaxy Z Fold8.

Perbandingan Spesifikasi Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo

Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo, Dua Babak Berbeda di Era HP LipatSamsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo, Dua Babak Berbeda di Era HP Lipat. Sumber: Samsung Newsroom dan Apple.

Angka daya tahan baterai berasal dari pengujian masing-masing produsen sehingga tidak bisa dianggap sebagai hasil pengujian langsung antara kedua perangkat.

Berapa Harga Samsung Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo?

Per September 2026, Samsung Galaxy Z Fold8 dibanderol mulai Rp28,499 juta untuk varian 256GB di Indonesia. Sementara itu, iPhone Duo dibanderol mulai US$ 1.999 atau sekitar Rp 35,3 juta* untuk varian 256GB di Amerika Serikat.

Mengutip Samsung Newsroom Indonesia, Galaxy Z Fold8 tersedia dalam tiga pilihan memori, yakni 12GB/256GB seharga Rp 28.499.000, 12GB/512GB seharga Rp 32.499.000, dan 16GB/1TB seharga Rp 40.499.000.

Sementara itu, laman resmi Apple mencantumkan iPhone Duo dalam pilihan penyimpanan 256GB, 512GB, 1TB, dan 2TB, dengan harga masing-masing US$ 1.999, US$ 2.199, US$ 2.599, dan US$ 3.199 di Amerika Serikat.

Samsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo, Dua Babak Berbeda di Era HP LipatSamsung Galaxy Z Fold8 dan iPhone Duo, Dua Babak Berbeda di Era HP Lipat. Sumber: Samsung Newsroom dan Apple


Catatan : Harga iPhone Duo merupakan harga resmi Amerika Serikat. Nilai dalam rupiah merupakan hasil konversi menggunakan kurs JISDOR BI Rp 17.635/US$ pada 14 September 2026 dan bukan harga resmi Indonesia. Apple belum mencantumkan harga resmi iPhone Duo untuk pasar Indonesia. Kapasitas RAM iPhone Duo juga tidak dicantumkan dalam spesifikasi resmi Apple*.

Dengan pilihan kapasitas dan harga yang berbeda, pengguna dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan serta budget masing-masing.

Samsung Sudah Mengembangkan Galaxy Fold Sejak 2019

Untuk memahami perbedaan keduanya, kita perlu melihat perjalanan Samsung lebih dulu. Samsung memperkenalkan Galaxy Fold pertama pada 2019.

Sejak saat itu, perusahaan terus melakukan perubahan pada desain perangkat lipatnya, termasuk membuatnya lebih tipis dan ringan serta menyempurnakan bagian engsel.

Mengutip Samsung Newsroom, Galaxy Fold generasi pertama memiliki bobot 276 gram. Angka tersebut terus turun pada generasi berikutnya hingga Galaxy Z Fold8 yang kini memiliki bobot 201 gram.

Perubahannya bukan cuma soal bobot. Samsung juga berkali-kali mengubah mekanisme engsel agar perangkat bisa dibuka dan ditutup dengan lebih baik.

Dalam wawancara dengan Samsung Newsroom, tim Mobile R&D Samsung menjelaskan pengalaman dari beberapa generasi Galaxy Z menjadi bahan evaluasi untuk mengembangkan perangkat terbaru. Pengalaman tersebut mencakup cara pengguna membuka, melipat, membawa hingga menggunakan perangkat dalam aktivitas sehari-hari.

Artinya, pengalaman Samsung selama bertahun-tahun bukan sekadar jumlah produk yang sudah dirilis. Pengembangan tersebut juga berpengaruh pada bentuk perangkat dan cara penggunaannya.

Bagaimana Perkembangan Engsel Samsung Galaxy Z Fold?

Bagian engsel menjadi salah satu komponen penting pada HP lipat. Pasalnya, bagian ini terus bergerak setiap kali pengguna membuka dan menutup perangkat.

Samsung sudah beberapa kali melakukan perubahan pada bagian tersebut. Pada Galaxy Z Fold2, misalnya, Samsung memperkenalkan Hideaway Hinge yang memungkinkan perangkat tetap berada di posisi tertentu saat dibuka.

Kemudian pada Galaxy Z Fold5, Samsung memperkenalkan Flex Hinge. Mengutip Samsung, mekanisme ini menggunakan struktur yang memungkinkan kedua sisi layar terlipat lebih rapat ketika perangkat ditutup.

Pengembangan itu berlanjut pada generasi berikutnya. Pada Galaxy Z Fold7, Samsung membawa Armor FlexHinge yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan struktur perangkat.

Sementara di Galaxy Z Fold8, Samsung memperkenalkan Flex Titanium pada bagian pendukung layar. Material tersebut digunakan untuk membantu memperkuat struktur sekaligus mendukung mekanisme buka-tutup perangkat.

Jadi, Fold Mana yang Engselnya Paling Awet?

Kalau pertanyaannya adalah HP lipat mana yang engselnya paling awet, belum ada jawaban yang bisa dipastikan.

Samsung Galaxy Z Fold8 memang punya rekam jejak pengembangan engsel yang panjang karena Samsung sudah menggarap perangkat foldable sejak 2019. Namun, itu tidak otomatis membuktikan Fold8 sebagai perangkat dengan engsel paling awet.

Di sisi lain, Apple baru pertama kali membuat iPhone lipat. Dalam laman resminya, Apple menjelaskan iPhone Duo menggunakan precision hinge dengan lebih dari 100 komponen dan material titanium pada bagian tertentu.

Desain tersebut menunjukkan Apple memberikan perhatian pada bagian engsel. Tetapi karena baru debut, belum ada pengalaman penggunaan selama beberapa generasi yang bisa dibandingkan dengan Samsung.

Jadi, untuk saat ini, Samsung Galaxy Z Fold8 unggul dari sisi rekam jejak pengembangan, bukan berarti sudah terbukti paling awet.

Apa yang Didapat dari Pengalaman Samsung?

Pengalaman Samsung selama beberapa generasi juga terlihat dari sisi software.

Pada Galaxy Z Fold5, Samsung sudah mengembangkan fitur multitasking seperti Multi Window, Taskbar dan App Pair. Fitur-fitur ini memungkinkan pengguna menjalankan beberapa aplikasi sekaligus dan berpindah di antaranya dengan lebih mudah.

Samsung kemudian membawa Galaxy AI ke Galaxy Z Fold6. Dalam rilisnya, Samsung menunjukkan penggunaan AI untuk membantu aktivitas seperti menerjemahkan percakapan dan mencari informasi.

Di Galaxy Z Fold7 dan Fold8, pengalaman layar besar tersebut terus dikembangkan.

Bagi pengguna, manfaatnya cukup sederhana: layar besar pada HP lipat tidak hanya dipakai untuk menonton video. Perangkat juga bisa digunakan untuk membuka beberapa aplikasi, membaca, bekerja atau melakukan beberapa aktivitas sekaligus.

Bagaimana dengan iPhone Duo?

Sebagai produk pertama Apple di kategori foldable, iPhone Duo tetap punya sejumlah keunggulan.

Mengutip laman resmi Apple, iPhone Duo menggunakan chip A20 Pro, layar dengan ProMotion hingga 120Hz, kamera utama 48MP ganda, serta mendukung Apple Intelligence.

Apple juga memberikan rating IP68 pada perangkat ini. Rating tersebut menjadi salah satu keunggulan Duo jika dibandingkan dengan Galaxy Z Fold8 yang memiliki rating IP48.

Dari sisi pengisian daya, Apple menyebut iPhone Duo bisa mencapai 50% dalam sekitar 20 menit menggunakan adaptor 60W atau lebih. Perangkat ini juga mendukung MagSafe hingga 25W.

Jadi, meski baru pertama masuk ke kategori foldable, Apple tetap membawa sejumlah teknologi yang sudah menjadi bagian dari ekosistem iPhone.

Apa Kekurangan Galaxy Z Fold8?

Samsung Galaxy Z Fold8 memiliki dua kekurangan utama dibanding iPhone Duo: rating ketahanan air yang lebih rendah (IP48 vs IP68) dan klaim daya tahan video yang lebih singkat (26 jam vs 31 jam). Berikut rincian kekurangan dan satu keunggulan Fold8 yang tetap perlu dicatat:

  • Rating ketahanan: Galaxy Z Fold8 memiliki rating IP48, sedangkan iPhone Duo mencapai IP68, menjadikan iPhone Duo tahan terhadap debu dan air.
  • Daya tahan video relatif lebih singkat: Samsung mencantumkan Galaxy Z Fold8 mampu memutar video hingga 26 jam, sementara Apple mengklaim iPhone Duo tahan hingga 31 jam di layar dalam.

Catatan penting: Kedua angka daya tahan video tidak bisa dibandingkan secara langsung karena Samsung dan Apple menggunakan metode pengujian masing-masing yang berbeda.

Namun, Fold8 tetap lebih ringan. Dengan bobot 201 gram, Galaxy Z Fold8 tetap 53 gram lebih ringan dibanding iPhone Duo (254 gram), sehingga Samsung Galaxy Z Fold8 menjadi lebih unggul dalam kenyamanan ketika dipegang.

HP Lipat Terbaik 2026, Samsung Galaxy Z Fold8 atau iPhone Duo?

Lantas, mana yang paling layak dipilih? Samsung Galaxy Z Fold8 jelas punya modal pengalaman. Samsung sudah mengembangkan perangkat foldable selama bertahun-tahun dan terus mengubah desain, engsel, layar hingga software-nya.

Pengalaman tersebut cocok bagi pengguna yang memang ingin memanfaatkan layar besar untuk multitasking dan aktivitas produktivitas.

Sementara itu, iPhone Duo lebih menarik bagi pengguna yang sudah menggunakan produk Apple dan ingin tetap berada di ekosistem tersebut saat beralih ke HP lipat.

Jadi, menyebut salah satunya sebagai HP lipat terbaik 2026 sebenarnya bergantung pada kebutuhan. Galaxy Z Fold8 lebih unggul dalam hal kematangan pengalaman foldable, sedangkan iPhone Duo menawarkan pilihan baru bagi pengguna ekosistem Apple.

Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo, Mana yang Lebih Menarik?

Galaxy Z Fold8 datang dengan pengalaman yang sudah dibangun Samsung sejak Galaxy Fold pertama pada 2019. Perjalanan itu terlihat dari perangkat yang semakin ringan, engsel yang terus dikembangkan dan software yang makin disesuaikan dengan layar besar.

Sementara itu, iPhone Duo menjadi langkah pertama Apple di dunia HP lipat. Apple membawa kekuatan ekosistem iPhone sekaligus sejumlah teknologi baru untuk form factor tersebut.

Dengan kata lain, pertarungan keduanya bukan hanya Samsung vs Apple, tetapi juga pengalaman beberapa generasi melawan debut pertama.

Galaxy Z Fold8 memiliki keuntungan dari pengalaman tersebut. Namun, iPhone Duo baru memulai perjalanannya, sehingga masih terlalu dini untuk menilai sejauh mana Apple akan mengembangkan lini foldable-nya pada generasi berikutnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah Galaxy Z Fold8 lebih baik daripada iPhone Duo?

Samsung Galaxy Z Fold8 memiliki keunggulan dari sisi pengalaman mengembangkan HP lipat selama beberapa generasi. Sementara iPhone Duo menawarkan pengalaman foldable pertama Apple dengan kekuatan ekosistem iPhone.

Apa HP lipat terbaik di 2026?

Samsung Galaxy Z Fold8 cocok bagi pengguna yang mengutamakan pengalaman foldable yang sudah matang dan fitur multitasking. iPhone Duo dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang sudah berada di ekosistem Apple.

Fold mana yang engselnya paling awet?

Belum bisa ditentukan secara objektif. Samsung Galaxy Z Fold8 memiliki rekam jejak pengembangan engsel yang lebih panjang, sementara iPhone Duo baru menjadi foldable pertama Apple.

Apakah Galaxy Z Fold8 lebih ringan daripada iPhone Duo?

Ya. Galaxy Z Fold8 berbobot 201 gram, sedangkan iPhone Duo memiliki bobot 254 gram.



(ega/ega)






Hide Ads