Peluncuran Mac Mini M6 dengan harga mulai USD 899 (sekitar Rp 14 jutaan) dinilai terlalu mahal dan berlebihan bagi pengguna yang hanya membutuhkan komputer desktop macOS untuk kebutuhan harian dasar seperti penelusuran web.
Lonjakan harga ini memicu dorongan agar Apple merilis Mac Neo (atau Mac Nano)--sebuah komputer desktop entry-level ringkas bermesin chipset iPhone dengan banderol harga terjangkau.
Ide 'Mac Neo' Berbasis Chipset iPhone
Kenaikan harga dan performa lini Mac Mini dinilai meninggalkan segmen pengguna kasual yang menginginkan perangkat komputer Mac yang murah dan praktis:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Lompatan Harga Mac Mini: Mac Mini M6 yang mengusung CPU 12-core dan GPU 12-core dinilai membawa spesifikasi yang terlalu tinggi untuk sekadar kebutuhan penelusuran web dan dokumen.
- Keberhasilan MacBook Neo: Kehadiran MacBook Neo seharga USD 699 membuktikan bahwa Apple mampu menyajikan performa komputer jinjing yang mumpuni mengandalkan chipset berbasis iPhone, lengkap dengan komponen layar, baterai, dan papan ketik.
- Estimasi Harga USD 499: Tanpa beban biaya komponen layar, baterai, serta trackpad, komputer desktop yang mengemas chipset smartphone, power supply, speaker dasar, dan beberapa port diproyeksikan bisa dijual di kisaran harga USD 499 (sekitar Rp 7,8 jutaan).
Desain Tanpa Kipas Ala Apple TV 4K
Arsitektur chipset mobile yang sangat hemat energi juga membuka peluang eksperimen desain baru bagi Apple:
- Tanpa kipas pendingin: Penggunaan prosesor iPhone memungkinkan sistem pendingin aktif berupa kipas dieliminasi, sehingga ukuran bodi komputer dapat dibuat jauh lebih mungil dibanding sasis Mac Mini saat ini.
- Adopsi Sasis Apple TV 4K: Apple dapat memanfaatkan ulang sasis berukuran ringkas seperti Apple TV 4K dengan menambahkan port USB, serta membalutnya dalam pilihan warna-warni yang cerah.
- Menjawab Solusi Krisis RAM: Di tengah tren kenaikan harga komponen memori serta jajaran chip M-Series yang makin bertenaga dan mahal, Mac Neo dipandang sebagai solusi rasional bagi Apple untuk tetap merangkul pengguna kelas menengah ke bawah, demikian dikutip detikINET dari The Verge, Kamis (24/9/2026).

