"Amerika lebih berorientasi pada uang. Mereka hanya mengambil sedikit kesempatan, tanpa berusaha untuk mengeksplorasi lebih jauh. Sedangkan industri game Eropa lebih mengutamakan kreativitas, mereka lebih banyak menggali kebudayaan-kebudayaan yang berbeda sebaik mungkin," ujar Button-Brown, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (14/12/2007).
Bagaimanapun juga, industri game sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. Sebagai contoh, Amerika biasanya hadir dengan judul yang dipoles manis (grafis), tapi menyajikan lebih banyak cerita action dan kurang sentimentil. Sementara itu, Jepang akan selalu berusaha membuat jalan cerita yang memukau, tapi mereka selalu punya akhir cerita yang manis (misalnya Role-Playing Game, dan game perkelahian). Sedangkan Eropa berusaha meleburkan setiap unsur budaya ke dalam cerita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT