Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Pengembang Game AS Rakus, Eropa Kreatif

Pengembang Game AS Rakus, Eropa Kreatif


- detikInet

Jakarta - Berbicara tentang masalah industri game, Amerika Serikat dipandang lebih mementingkan uang dan menomorduakan kreativitas konten game. Sedangkan Eropa kebalikannya, mereka lebih mementingkan kreativitas konten daripada memikirkan masalah uang. Itulah pandangan yang disampaikan oleh Nick Button-Brown, Direktur Pengembangan Bisnis, EA Partner.

"Amerika lebih berorientasi pada uang. Mereka hanya mengambil sedikit kesempatan, tanpa berusaha untuk mengeksplorasi lebih jauh. Sedangkan industri game Eropa lebih mengutamakan kreativitas, mereka lebih banyak menggali kebudayaan-kebudayaan yang berbeda sebaik mungkin," ujar Button-Brown, seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (14/12/2007).

Bagaimanapun juga, industri game sangat dipengaruhi oleh faktor budaya. Sebagai contoh, Amerika biasanya hadir dengan judul yang dipoles manis (grafis), tapi menyajikan lebih banyak cerita action dan kurang sentimentil. Sementara itu, Jepang akan selalu berusaha membuat jalan cerita yang memukau, tapi mereka selalu punya akhir cerita yang manis (misalnya Role-Playing Game, dan game perkelahian). Sedangkan Eropa berusaha meleburkan setiap unsur budaya ke dalam cerita.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Banyak developer yang multinasional. Di Cryptek, Jerman, terdapat 27 bahasa nasional. Hal ini menarik karena orang-orang membawa ide-ide yang berbeda ke dalam studio, terutama dengan adanya pengaruh dari Eropa Timur. Begitu multikultural, produk-produk Eropa pun bisa mendunia," tandas Button-Brown. (wsh/wsh)





Hide Ads