Apple resmi memperkenalkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan iPhone Duo. Tech creator Kelvin Kurniawan menjadi salah satu orang yang berkesempatan menjajal langsung perangkat terbaru Apple tersebut usai peluncurannya.
Kepada detikINET, Kelvin mengungkap sejumlah hal yang langsung terasa saat menggunakan iPhone 18 Pro Series. Salah satunya adalah Dynamic Island yang kini dibuat lebih kecil.
"Secara visual langsung kelihatan di iPhone 18 Pro/Pro Max punya Dynamic Island yang lebih kecil, bikin look-nya jadi makin clean. Warna barunya juga cakep banget, khususnya yang Glacier," ujar Kelvin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, secara ergonomi iPhone 18 Pro dan Pro Max masih terasa familiar dengan generasi sebelumnya. Perbedaan Dynamic Island yang lebih kecil justru terasa ketika perangkat mulai digunakan.
Dynamic Island pada iPhone 18 Pro Series kini dapat menampilkan hingga tiga Live Activities sekaligus. Kelvin mencontohkan fitur ini bisa digunakan untuk melihat stopwatch, musik yang sedang diputar, serta informasi penerbangan secara bersamaan.
Tech creator Kelvin Kurniawan Foto: dok Pribadi |
"Terasa saat digunakan karena yang sebelumnya hanya bisa menampilkan dua Live Activities, sekarang bisa hingga tiga Live Activities. Berguna untuk multitasking," jelasnya.
Salah satu peningkatan besar di kamera iPhone 18 Pro Series adalah variable aperture. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah bukaan lensa sehingga memiliki kontrol lebih besar terhadap cahaya dan ruang fokus foto.
Menurut Kelvin, fitur tersebut cukup terasa manfaatnya ketika pengguna ingin menentukan sendiri karakter foto yang dihasilkan.
"Cukup berpengaruh, apalagi kalau ingin kontrol penuh terhadap ruang fokus pada hasil foto. Misalnya memilih antara foto yang blur atau tajam," katanya.
Meski demikian, Kelvin menilai variable aperture kemungkinan lebih menarik bagi fotografer dan content creator. Pengguna umum menurutnya masih bisa mengandalkan pengaturan otomatis.
"Menurutku fitur ini nice to have karena memberikan opsi lebih buat pengguna," ujarnya.
iPhone18 Pro Max punya Dynamic Island yang lebih kecil. Foto: dok Pribadi |
Fitur lain yang menurut Kelvin lebih menarik adalah Pro Controls. Fitur ini memberikan akses manual terhadap sejumlah pengaturan kamera, mulai dari shutter speed, aperture hingga white balance.
Menurutnya, kemampuan tersebut membuat iPhone semakin fleksibel untuk pengguna yang memahami teknik fotografi.
"Fitur Pro Controls dapat memberikan kontrol penuh ke fotografer untuk menciptakan foto sesuai dengan teknik yang ingin diterapkan, misalnya freeze photography yang perlu menggunakan shutter speed dengan cepat," jelas Kelvin.
Kelvin belum dapat memberikan penilaian soal performa chip maupun temperatur iPhone 18 Pro karena waktu hands-on yang terbatas. Namun secara teori, chip generasi terbaru seharusnya menawarkan performa yang lebih efektif sekaligus efisien.
Lantas apakah pengguna iPhone generasi sebelumnya perlu upgrade? Menurut pria berkacamata ini peningkatan tersebut akan lebih terasa bagi pengguna yang memang membutuhkan performa tinggi dan kualitas kamera terbaik.
"Iya jika mayoritas penggunaannya membutuhkan performa tinggi dengan kualitas kamera terbaik, karena di setiap series terdapat peningkatan dalam segi performa dan kamera," katanya.
Tech creator Kelvin Kurniawan menjajal iPhone Duo. Foto: dok Pribadi |
iPhone Duo Terasa seperti iPad Mini yang Bisa Dilipat
Kesan berbeda dirasakan Kelvin ketika menjajal iPhone Duo, ponsel layar lipat pertama Apple. Menurutnya, perangkat tersebut langsung memberikan kesan premium ketika digenggam.
"Terlihat sangat premium, berasa kokoh karena bahannya yang terbuat dari titanium. Pada saat perpindahan kondisi terlipat atau terbuka, transisi animasinya sangat satisfying," ungkap Kelvin.
Dalam kondisi terbuka, Kelvin bahkan merasa iPhone Duo lebih menyerupai sebuah iPad daripada iPhone.
"Terasa seperti produk yang benar-benar dibuat dengan attention to detail di segala aspeknya. Lebih terasa seperti iPad saat kondisi terbuka," katanya.
Menurut Kelvin, Apple juga berhasil membuat dua bagian layar iPhone Duo terasa menyatu, baik secara fisik maupun software.
Hal tersebut menjawab salah satu tantangan terbesar pada ponsel lipat, yakni bagaimana membuat perangkat tidak terasa seperti dua ponsel yang sekadar disatukan dengan engsel.
"Menurutku berhasil, dikarenakan kedua layar terlihat sangat menyatu baik secara fisik maupun secara software," ujarnya.
Ketika dilipat, ukuran iPhone Duo disebut menyerupai paspor. Bobotnya juga dinilai masih nyaman untuk dimasukkan ke kantong.
"Bobot terasa pas, nyaman dimasukkan ke kantong dalam kondisi terlipat, terasa seperti ukuran paspor," ungkapnya.
Kelvin Kurniawan menjajal iPhone Duo Foto: Kelvin Kurniawan |
Hal lain yang menjadi perhatian pada HP lipat adalah crease atau bekas lipatan layar. Nah Kelvin mengungkap lipatan layar iPhone Duo sangat sulit terlihat ketika layar dalam kondisi menyala.
"Sangat sulit terlihat, apalagi dalam kondisi layar menyala. Terlihat sedikit saja jika layar dalam kondisi gelap," katanya.
Engselnya juga memberikan kesan kokoh. Kelvin mengaku cukup percaya diri membuka dan menutup perangkat tersebut berkali-kali dengan cepat.
"Terasa lebih kokoh dibanding HP lipat lain. Aku juga pede untuk membuka dan menutupnya beberapa kali dengan cukup cepat," ujarnya.
Kelvin juga menyoroti transisi antarmuka ketika iPhone Duo dibuka dan ditutup. Menurutnya, perpindahan tampilan terasa sangat natural.
"Sangat natural dan satisfying, bahkan aku melipatnya berulang kali hanya untuk melihat betapa halus animasinya," katanya.
Ketika dibuka, luas layar iPhone Duo disebut jauh melampaui iPhone Pro Max.
"Layar jauh lebih luas dibanding dengan iPhone Pro Max, lebih terasa seperti memiliki iPad mini," ujarnya.
Tampilan iPhone Duo. Foto: Kelvin Kurniawan |
Dalam waktu hands-on yang terbatas, Kelvin sempat mencoba aplikasi kamera dan tidak menemukan kendala berarti. Ia juga menyoroti kamera yang tersembunyi di balik layar.
"Terasa ajaib karena kamera bisa tersembunyi di balik layar. Hasil foto/video juga cukup baik," katanya.
Namun Kelvin belum sempat mencoba kemampuan multitasking iPhone Duo secara lebih jauh.
Meski terkesan dengan HP lipat pertama Apple tersebut, untuk kebutuhan pribadinya Kelvin justru masih memilih iPhone 18 Pro Max.
"Untuk kebutuhanku yang banyaknya di bidang foto/video, aku memilih iPhone 18 Pro Max. Hal ini dikarenakan opsi kamera yang lebih banyak dan profesional," pungkasnya.
(afr/afr)






