Siap rogoh kocek sekitar £420 atau Rp 10 jutaan untuk sikat gigi dari Dyson? Lebih dari sekadar bersihkan gigi, Dyson CameraJet menggunakan kamera kecerdasan buatan (AI) yang bakal mengecek kondisi dalam mulutmu.
Dyson CameraJet akan mencari celah di antara gigi, lalu menyemprotkan cairan obat kumur yang diformulasikan khusus ke dalamnya.
Dyson meyakini bahwa perangkat futuristiknya ini bahkan bisa mengakhiri penggunaan benang gigi (flossing) konvensional. Di dalam kepala sikatnya terdapat kamera makro piksel berukuran sangat kecil yang menangkap 28 gambar secara langsung setiap detiknya.
Melansir Mirror, Senin (7/9/2026), saat kamu menggerakkan sikat di dalam mulut, kamera memindai gigi secara real-time, sementara kecerdasan buatan (AI) mengidentifikasi, melacak, dan memprediksi letak celah di antara gigi. Ketika CameraJet mendeteksi adanya celah, perangkat ini dapat menyemprotkan cairan obat kumur secara presisi langsung ke celah tersebut, sehingga plak dan kotoran dapat dibersihkan tepat di titik yang membutuhkannya.
Perusahaan mengklaim sistemnya mampu mendeteksi celah dan menyemprotkan cairan dalam waktu hanya 100 milidetik, menghasilkan semburan cairan berbentuk kerucut saat Anda terus menyikat gigi. Dyson menamai teknologi ini Gap Optical Targeting.
Sistem kamera pintar tersebut bukan satu-satunya fitur canggih pada sikat gigi ini.
Kepala sikat dengan bulu ganda menggunakan bulu bagian dalam yang lebih kaku untuk mengatasi noda permukaan dan membantu membuat gigi tampak lebih cerah, sementara bulu bagian luar yang lebih lembut dirancang untuk membersihkan area sekitar garis gusi secara perlahan.
CameraJet juga dilengkapi konektivitas Wi-Fi dan dapat terhubung ke smartphone, memungkinkan pengguna melihat tayangan langsung dari dalam mulut mereka saat menyikat gigi. Tersedia pula aplikasi yang memberikan saran pembersihan serta menunjukkan area mana yang mungkin memerlukan perhatian lebih.
Bukan hanya sikat giginya yang baru. Dyson pun telah menciptakan pasta gigi dan obat kumur khusus untuk CameraJet. Pasta gigi ini menggunakan formula khusus yang tidak menghasilkan busa, sehingga memungkinkan kamera tetap dapat melihat dengan jelas saat proses pembersihan berlangsung. Obat kumur pendampingnya mengandung formula antibakteri yang dirancang untuk mengurangi bakteri penyebab bau mulut sekaligus menyegarkan napas.
Pengembangan CameraJet telah memakan waktu enam tahun, melibatkan para insinyur dan ilmuwan Dyson yang mengerjakan teknologi di balik perangkat tersebut.
"Membersihkan sela-sela gigi (flossing) adalah kegiatan yang merepotkan dan memakan waktu. Hanya sedikit dari kita yang melakukannya, meskipun kita tahu itu penting," kata James Dyson Founder sekaligus Chief Engineer.
Berdasarkan penjelasan Dyson, para insinyur dan ilmuwan Dyson telah menghabiskan waktu lebih dari satu dekade untuk memahami rutinitas perawatan mulut dan bagaimana kotoran serta bakteri menumpuk di dalam mulut. Penelitian mereka menunjukkan bahwa orang sering kali melewatkan area tempat plak terbentuk, yaitu celah di antara gigi.
"Kami ingin memecahkan tiga masalah mendasar. Bagaimana melihat celah-celah tersebut, cara menghilangkan plak, serta bagaimana meningkatkan efektivitas pembersihan saat menyikat gigi," akunya.
"Dengan memadukan kamera, machine learning, dinamika fluida presisi, teknologi penyikatan canggih, konektivitas, dan Wi-Fi, Dyson CameraJet menghadirkan cara yang benar-benar baru untuk menjaga kesehatan mulut Anda," pungkas Dyson.
Simak Video "Video AI Bikin Konsumsi Air Dunia Melejit: Dampaknya Bisa Kekeringan!"
(ask/fay)