Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Bidik UKM, Microsoft Sediakan Office Isi Ulang

Bidik UKM, Microsoft Sediakan Office Isi Ulang


- detikInet

Jakarta - Microsoft Indonesia memperkenalkan model bisnis baru yang inovatif dalam penggunaan produktifitas Microsoft Office yakni Microsoft Office Prepaid.

Dengan program ini diharapkan UKM dan konsumer bisa menjangkau produk asli dan memiliki fleksibilitas pembayaran sesuai dengan kebutuhan jangka waktu bisnis dengan harga yang terjangkau.

Faycal Bouchlaghem, General Manager APAC UPG Microsoft mengatakan, Office Prepaid merupakan bagian dari realisasi visi perusahaan untuk menciptakan peluang sosial dan ekonomi yang berkelanjutan bagi sebagian besar populasi dunia yang dikenal dengan program Unlimited Potential. "Office telah memainkan peranan penting dalam visi ini. Terutama dalam memberikan solusi untuk peningkatan produktifitas dan layanan bagi terciptanya peluang ekonomi di negara berkembang," kata Faycal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Isi Ulang

Sistem pemakaian Office Prepaid mirip seperti proses melakukan isi ulang pulsa kartu prabayar di industri telekomunikasi. Jika masa aktif pulsa habis, untuk bisa terus menggunakan layanan, pelanggan harus melakukan isi ulang pulsa. Demikian halnya dengan Office Prepaid.

Untuk awalnya Microsoft menyediakan masa trial penggunaan Office Prepaid selama 60 hari di semua PC baru yang sudah Office ready. Tujuannya agar pelanggan bisa mencoba-coba dan memilih software yang mereka ingin pakai. Selanjutnya, jika masa trial-nya berakhir, pengguna bisa membeli paket perdana Office Prepaid yang dibandrol USD 50 untuk pemakaian selama 6 bulan. Lalu bagi yang ingin memperpanjangnya, pengguna bisa melakukan pengisian ulang dengan menggunakan voucher senilai USD 35 untuk masa pemakaian 3 bulan.

Pelanggan hanya memerlukan membayar USD 10 per bulan untuk pemakaian Microsoft Office selama 1 tahun, di dalamnya termasuk paket perdana senilai USD 50 untuk pemakaian selama 6 bulan dan dua kartu isi ulang senilai USD 35 per unitnya untuk masa pemakaian 3 bulan.

"Jadi jika dihitung-hitung selama setahun, pengguna sudah bisa menggunakan Office asli hanya dengan membayar USD 10 per bulan," kata Ari Kunwidodo, Direktur OEM Microsoft Indonesia.

Dengan membeli paket tersebut, pelanggan dapat menikmati produk Microsoft Office Profesional 2007 yang terdiri dari aplikasi Microsoft Office Word 2007, Excel 2007, PowerPoint 2007, Outlook 2007 dengan Business Contact Manager, Access 2007 dan Microsoft Office Publisher 2007.

Pengguna kini sudah bisa mendapatkan trial Office Prepaid di lebih dari 300 channel yang ditunjuk Microsoft, termasuk di Mangga Dua Mall, Dusit Mangga Dua, Harco Mangga Dua dan Harco Mas. Sayangnya, Office Prepaid baru tersedia di Jakarta saja karena memang masih merupakan pilot program di Indonesia. Indonesia merupakan negara pertama di Asia
Pasifik yang menghadirkan solusi ini untuk konsumen dan UKM.

Dongkrak Pendapatan Reseller

Kehadiran Office Prepaid diharapkan tak hanya membantu para UKM dan konsumer untuk bisa membeli software legal Microsoft, tapi juga dapat membantu meningkatkan pendapatan para reseller. Ernawati misalnya, pemilik A1 Computer di Mangga Dua Mal yang sudah berbisnis lebih dari 10 tahun. Ernawati sudah mulai mensosialisasikan Office Prepaid ke
para pelanggannya. Tanggapannya ternyata sangat positif karena pelanggan tidak merasa keberatan lagi dengan harganya jika dibandingkan dengan harga Office yang selama ini dijual.

"Kami melihat banyak positifnya program ini, karena kini memakai Office original tidak mahal lagi. Selama ini memang penjualan Office lebih sedikit dibandingkan dengan Windows, hal tersebut karena pelanggan merasa berat untuk mengeluarkan biaya yang cukup mahal untuk membeli Office. Dengan adanya Prepaid, kami bisa mem-push lagi penjualan Office. Disamping itu, bagi kami sebagai reseller, dengan adanya sistem Prepaid, kami akan mendapatkan peluang untuk repeat order karena pelanggan yang ingin isi ulang," jelas Ernawati.

Senada halnya dengan Sutadi, pemilik toko komputer Agung Jaya di Mangga Dua yang sudah berbisnis sejak tahun 1998. Sutadi menilai bahwa Office Prepaid memberi dampak positif bagi end-user maupun reseller. Bagi reseller, Sutadi mengaku lebih mudah menjual Office.

"Kami kini dapat menjual Office dengan harga yang lebih murah. Menjual Office dengan harga sekitar Rp 3 juta memang agak sulit karena disamping harganya mahal, produk ini juga merupakan pilihan kedua. Terutama bagi Game Centre yang tidak memerlukan aplikasi Office. Namun dengan adanya solusi ini, mungkin usaha Game Centre dapat juga menggabungkan dengan layanan Warnet dan Office Prepaid menjadi solusi yang baik karena mereka dapat membayar secara cicil. Dulu dari PC dengan OS asli yang kami jual, hanya 1 yang diinstall Office original. Program ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan Office original," tandasnya.
(dwn/dwn)




Hide Ads
LIVE