Namun belakangan pemerintahan Nigeria justru memilih laptop Classmate dari Intel yang menyaingi laptop XO dari OLPC. Dan kini, sebuah perusahaan asal Nigeria menuntut OLPC.
Perusahaan bernama Lagos Analysis Corp., yang dimiliki pengusaha Nigeria namun beroperasi di Massachusetts, mengklaim Laptop XO melanggar hak cipta melalui desain keyboard. Lagos mengatakan OLPC melakukan rekayasa terbalik (reverse engineering) secara ilegal terhadap software driver milik Lagos.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak OLPC belum mau berkomentar mengenai hal ini. "Sepengetahuan OLPC, semua hak kekayaan intelektual yang digunakan dalam Laptop XO adalah milik OLPC atau telah dilisensikan dengan benar. Namun sampai kami melihat dan meninjau klaim yang diajukan kami tidak mau berkomentar lebih jauh," ujar Robert Fadel, Direktur Keuangan dan Operasional OLPC.
Seperti dikutip detikINET dari TheRegister, Lagos mengklaim pihak OLPC dan Nicholas Negroponte selaku pendirinya pernah membeli keyboard rancangan mereka pada 2006. Perangkat yang dibeli itulah yang kemudian diklaim menjadi dasar pembuatan keyboard pada laptop XO.
(wsh/wsh)