Tidak hanya Apple Watch, perangkat Apple lainnya seperti iPhone dan iPad juga bisa dipakai untuk memonitor kesehatan. Dua perangkat Apple ini berperan besar dalam transformasi layanan kesehatan di sejumlah rumah sakit di Singapura.
iPhone dan iPad dipakai sebagai perangkat untuk menjalankan tiga aplikasi kesehatan yang dirancang untuk memudahkan pekerjaan dokter dan perawat sehari-hari. Aplikasi yang dimaksud adalah 3DGait, eKare, dan Blue Mirror.
CareCam
Dr. Damian Lee, Associate Consultant, Neurosurgery di National Neuroscience Institute menjelaskan salah satu cara untuk menilai pemulihan pasien setelah operasi tulang belakang adalah dengan menganalisis gaya berjalannya.
Namun, proses ini harus dilakukan di laboratorium khusus dengan peralatan yang membutuhkan banyak tempat, dan pasien harus mengenakan pakaian khusus yang dilengkapi sensor. Proses ini juga membutuhkan waktu tidak sedikit karena jika ada sensor yang posisinya salah dan tidak merekam data, maka seluruh proses harus diulangi dari awal.
CareCam, perusahaan teknologi yang bermarkas di Singapura, mencoba mengatasi hal tersebut dengan mengembangkan aplikasi 3DGait yang dirancang untuk iPad Pro. Berkat analisis ini, pasien cukup berjalan di depan kamera iPad Pro dan hasil analisis akan langsung ditampilkan di layar.
Algoritma AI 3DGait akan menganalisis parameter kunci, seperti panjang langkah, irama langkah, dan waktu berdiri untuk menghasilkan laporan yang dapat ditinjau langsung oleh dokter saat konsultasi.
"Analisis gaya berjalan hanya membutuhkan mungkin kurang dari 30 detik untuk berjalan, dan proses analisisnya juga kurang dari 30 detik, jadi secara keseluruhan hanya membutuhkan waktu kurang dari lima menit untuk mendapatkan hasilnya," kata Lee.
Setelah adanya aplikasi 3DGait, Lee cukup membawa iPad Pro untuk melakukan analisis gaya berjalan. Aplikasi ini juga dipakai untuk menentukan jenis operasi yang akan dijalani pasien.
(vmp/fay)