Perangkat yang dilahirkan oleh Amazon bernama Kindle. Sebuah gadget pembaca buku digital (e-book) yang juga bisa digunakan untuk mengakses situs web.
Perbedaan utama perangkat ini dari e-book reader lainnya yang sudah ada di pasaran adalah kemampuan akses internet, yang dilakukan melalui jaringan EVDO (Evolution Data Only) operator telekomunikasi seluler Sprint. Dengan koneksi tersebut, pengguna bisa mengunduh langsung buku digital ke Kindle tanpa perantara komputer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan desain perangkat didominasi oleh warna putih, Kindle menjelma bagaikan iPod namun untuk buku digital. Sedangkan situs Amazon akan menjadi layaknya situs iTunes sebagai distributor kontennya.
Selain untuk membaca buku, Kindle bisa digunakan untuk berlangganan koran dan blog. Pengguna pun bisa berkomentar pada blog, menuliskan catatan tentang buku yang dibacanya serta mengirimkan e-mail melalui alat ini.
Kindle menggunakan layar hitam putih dengan teknologi e-Ink. Teknologi itu memungkinkan Kindle untuk dibaca di luar ruangan di bawah terik matahari. Di sisi lain, sama seperti buku, untuk membaca Kindle dibutuhkan penerangan karena layarnya tidak memancarkan cahaya (backlight).
Sukses atau tidaknya Kindle meniru iPod agaknya akan butuh waktu lama. "Ini adalah salah satu hal paling berarti yang pernah kami lakukan. Banyak hal di masa lalu butuh waktu lama sebelum menunjukkan hasil, tapi kami sangat sabar menunggu (hasilnya)," Bezos menandaskan.
(wsh/wsh)