×
Ad

Apple Geber Produksi MacBook Neo, Harga Bakal Naik Nggak?

Anggoro Suryo - detikInet
Senin, 08 Jun 2026 22:15 WIB
MacBook Neo. Foto: Adi FR/detikINET
Jakarta -

Kehadiran MacBook Neo seharga USD 600 (sekitar Rp 9,7 jutaan) ternyata sukses besar memicu ledakan permintaan di pasar. Saking larisnya, Apple dilaporkan sampai melipatgandakan target produksi laptop 'murah' tersebut di tengah ancaman krisis komponen global.

Laporan dari analis kenamaan Ming-Chi Kuo mengungkap bahwa Apple telah merevisi target pengiriman internal MacBook Neo untuk tahun ini, dari 5 juta unit melesat menjadi 10 juta unit.

Menurut data terbaru dari IDC, laptop entry-level ini berhasil terjual sekitar 1,1 juta unit hanya dalam waktu kurang dari tiga minggu pada kuartal lalu. Angka ini secara mengejutkan berhasil menyalip penjualan saudaranya yang lebih premium, yakni MacBook Air dan MacBook Pro.

Daya tarik laptop Apple di bawah harga Rp 10 jutaan tampaknya terlalu menggoda. Konsumen bahkan rela memaklumi spesifikasi "seadanya" dari MacBook Neo, yang diketahui 'hanya' menggunakan chip prosesor daur ulang dari iPhone serta kapasitas RAM bawaan yang cuma 8GB.

Dihantui Krisis Pasokan dan Ancaman Harga Naik

Namun, melipatgandakan produksi di situasi industri saat ini bukanlah perkara mudah. Saat pabrikan lain terpaksa menaikkan harga laptop akibat kelangkaan RAM, Apple juga dihadapkan pada masalah serupa. Pasokan memori (DRAM dan NAND) global saat ini tengah tersedot habis-habisan untuk kebutuhan pusat data AI.

Masalah lain muncul dari dapur pacu itu sendiri. Prosesor iPhone daur ulang yang menjadi rahasia di balik harga murah MacBook Neo mungkin akan segera habis karena penjualannya melampaui prediksi awal.

Di sisi lain, kapasitas produksi pabrik chip TSMC untuk fabrikasi 3-nanometer saat ini sudah penuh sesak. Imbasnya, Apple mungkin akan kesulitan mempertahankan harga miring USD 599 untuk produk cetakan baru, atau bahkan harus mencari cara lain agar margin keuntungannya tidak merugi.

Serangan Balik Windows

Kesuksesan gila-gilaan MacBook Neo ini rupanya membuat para produsen laptop Windows panik. Mereka kini bersiap meluncurkan serangan balik untuk merebut kembali pasar laptop kelas budget.

Mengandalkan jajaran prosesor Intel Wildcat Lake terbaru, pabrikan raksasa seperti Asus, HP, dan Dell mulai membanjiri pasar dengan laptop seharga di bawah USD 600. Dell bahkan langsung menantang Apple secara head-to-head dengan menghidupkan kembali lini XPS 13 versi murah.

Lucunya, layaknya MacBook Neo, Dell XPS 13 versi murah ini juga hanya dibekali RAM 8GB. Padahal, mayoritas pakar teknologi sangat merekomendasikan RAM minimal 16GB agar sistem operasi Windows 11 bisa berjalan mulus.

Dalam laporan yang sama, Kuo juga sempat menyinggung soal tren AI lokal melalui peluncuran chip Nvidia RTX Spark. Namun, Kuo mencatat bahwa meski industri gencar mempromosikan pemrosesan AI langsung di perangkat (on-device), faktanya mayoritas pengguna saat ini masih lebih suka menggunakan AI berbasis cloud, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (8/6/2026).



Simak Video "Exclusive Interview: ASUS ExpertBook Ultra & Masa Depan Kerja Berbasis AI"

(asj/asj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork