×
Ad

Apple Bilang Mac Tak Butuh Antivirus Tambahan, Ini Alasannya

Adi Fida Rahman - detikInet
Jumat, 08 Mei 2026 08:45 WIB
Apple Bilang Mac Tak Butuh Antivirus Tambahan, Ini Alasannya. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Jakarta -

Selama bertahun-tahun, banyak pengguna Mac memasang antivirus pihak ketiga demi perlindungan ekstra. Namun Apple kini mempertegas posisinya: perangkat Mac disebut sudah cukup aman tanpa tambahan software antivirus dari luar.

Raksasa teknologi asal Cupertino ini menegaskan bahwa perusahaan tidak merekomendasikan penggunaan antivirus pihak ketiga, baik untuk pengguna umum maupun pelanggan enterprise. Bahkan, Apple mengaku tidak menggunakan antivirus tambahan di armada Mac internal mereka sendiri.

Keamanan Mac Dimulai dari Chip

Apple menjelaskan bahwa keamanan modern di Mac dimulai sejak level chip melalui Apple Silicon. Arsitektur System on a Chip (SoC) yang digunakan memiliki komponen khusus untuk menangani berbagai fungsi keamanan.

Salah satu komponen penting adalah Secure Enclave yang bertugas melindungi data sensitif seperti kunci enkripsi serta informasi biometrik Touch ID, Face ID, hingga Optic ID. Selain itu ada Secure Boot yang memastikan hanya versi macOS resmi dan valid yang dapat dijalankan saat perangkat dinyalakan

Apple juga menyebut fitur Data Protection memungkinkan proses enkripsi file, email, dan foto berjalan langsung melalui silicon, terpisah dari sistem operasi. Dengan begitu, data penting tetap aman meski malware berhasil masuk ke macOS.

Pada chip generasi terbaru seperti M5 dan A19, Apple turut menghadirkan fitur Memory Integrity Enforcement. Teknologi ini dirancang untuk meminimalkan celah keamanan berbasis bug memori yang sering dimanfaatkan hacker untuk melakukan eksploitasi.

macOS Sudah Punya Antivirus Bawaan

Selain perlindungan berbasis hardware, Apple menegaskan macOS sebenarnya sudah memiliki sistem antivirus bawaan bernama XProtect.

Berbeda dengan antivirus konvensional, XProtect disebut mampu melakukan deteksi berbasis tanda tangan, analisis perilaku mencurigakan, hingga remediasi otomatis ketika ancaman ditemukan. Jika sebuah aplikasi dinilai berbahaya, Apple dapat langsung mencabut izin notarisasi dan memblokir distribusinya secara global.

Apple juga menerapkan sistem notarisasi wajib untuk aplikasi macOS. Sebelum didistribusikan, developer harus mengirim aplikasi mereka ke Apple untuk dipindai dari potensi ancaman keamanan. Hanya aplikasi yang lolos pemeriksaan yang bisa mendapatkan izin distribusi resmi.

Tak hanya itu, macOS juga menggunakan sistem volume read-only yang disegel secara kriptografis. Dengan metode ini, file inti sistem operasi tidak bisa diubah malware meskipun pengguna memiliki akses administrator.

Macbook Neo Foto: Apple



Simak Video "Apple Larang Pengguna iPhone dan Mac Pakai Chrome!"


(afr/afr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork