Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Dua Lisensi Microsoft Resmi Jadi Open Source

Dua Lisensi Microsoft Resmi Jadi Open Source


- detikInet

Jakarta - Dua lisensi piranti lunak dari Microsoft telah disetujui secara resmi oleh Open Source Initiative (OSI) sebagai lisensi Open Source. Langkah yang diduga akan memancing 'debat kusir' di internet. Kedua lisensi yang disetujui itu adalah Microsoft Public License (MPL) dan Microsoft Reciprocal License (MRL). Sebelumnya kedua lisensi lebih dikenal sebagai shared source. Bill Hilf, Microsoft General Manager of Windows Server Marketing and Platform Strategy, mengatakan pihaknya banyak belajar dari proses menjadikan kedua lisensi tersebut Open Source. "Saya berharap kami akan terus memberi sumbangsih pada komunitas Open Source," ujar Bill seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Rabu (17/10/2007). Microsoft mengajukan kedua lisensi itu sejak Juli 2007, bertepatan dengan konferensi Open Source yang digelar penerbit O'Reilly. Kedua lisensi merupakan bagian dari lisensi shared source Microsoft, satu lisensi lagi Microsoft Reference License tidak diajukan. MPL memungkinkan penggunanya untuk melihat, mengubah, dan mendistribusikan ulang kode penyusun piranti lunak baik untuk tujuan komersial ataupun non-komersial. Lisensi ini juga mengizinkan pengguna untuk meminta biaya lisensi atas penggunaan piranti lunak yang dibuat di bawah lisensi MPL. Sedangkan MRL, yang disarankan Microsoft untuk proyek software gotong-royong, memiliki beberapa persyaratan jika pengguna menggabungkan kode asli milik mereka dengan kode di bawah lisensi ini. Di luar itu, lisensi MRL tetap mengizinkan modifikasi untuk kepentingan komersial dan non-komersial dan juga distribusi ulang. Langkah OSI meresmikan dua lisensi Microsoft ini diduga akan memancing debat kusir di internet. Presiden OSI, Michael Tiemann, mengatakan telah menerima beberapa e-mail protes sejak hal ini diumumkan. "Saya menerima tiga e-mail dalam sejam dari orang yang mengatakan hal seperti 'persetan kau OSI, kamu sekarang hanya pion dalam permainan Microsoft.. kalian telah membuat perjanjian dengan iblis'," Tiemann, yang juga eksekutif di Red Hat, berkata. Menurut Tiemann, adalah hal yang buruk bagi Open Source jika mereka menolak lisensi buatan Microsoft setelah terbukti memnuhi syarat. "Satu-satunya yang lebih buruk dari menyetujui lisensi yang diajukan oleh perusahaan yang telah menganiaya OPen Source adalah berusaha menghalang-halangi perusahaan itu dari persaingan sebagai perusahaan Open Source," tutur Tiemann di OpenSource.org. Bahkan sebelum disetujui, sudah ada 400 e-mail yang memprotes keputusan OSI membiarkan Microsoft mengajukan sebuah lisensi Open Source. Tiemann mengatakan hal itu tak bisa dihindari. Di sisi lain, Tiemann memperingatkan Microsoft untuk tidak 'coba-coba' memasukkan teknologi terpaten dalam piranti lunak berlisensi Open Source. "Jika ada eksperimen dari mereka untuk melihat apakah bisa menghasilkan kode Open Source yang tetap menganut royalti, saya rasa mereka akan melihat bahwa 400 pesan itu hanya permulaan saja," (wsh/wsh)





Hide Ads