Samsung berhasil merebut kembali posisi pimpinan pasar smartphone Asia Tenggara sepanjang tahun 2025. Sementara itu, Xiaomi menjadi pemimpin di Indonesia. Demikian hasil riset terbaru Omdia yang dirilis Februari 2026.
Sepanjang 2025, total pengiriman smartphone di Asia Tenggara mencapai 100 juta unit, turun tipis 1% secara tahunan (YoY) dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini disebabkan kinerja yang lebih lemah pada tiga kuartal pertama.
Namun, pasar kembali tumbuh pada kuartal IV 2025 (4Q25) dengan pengiriman naik 2% year-on-year menjadi 25,8 juta unit. Pertumbuhan ini membalikkan tiga kuartal kontraksi berturut-turut dan memberi sinyal momentum positif menuju akhir tahun.
Samsung Kembali Pimpin Asia Tenggara
Samsung menjadi vendor dengan pengiriman terbesar di Asia Tenggara pada 2025. Perusahaan asal Korea Selatan ini mencatat:
- Pengiriman: 17,9 juta unit (+5% YoY)
- Pangsa pasar: 18%
Pada 4Q25 saja, Samsung mengirim 4,2 juta unit dengan pangsa 17%, meningkat 19% YoY. Kinerja kuat tersebut didorong kesuksesan seri Galaxy A17 yang membawa peningkatan spesifikasi signifikan dibanding Galaxy A16, memperkuat daya saing di segmen terjangkau.
Xiaomi Raja di Indonesia
Xiaomi menempati posisi kedua secara regional:
- Pengiriman: 17 juta unit (+4% YoY)
- Pangsa pasar: 17%
Di 4Q25, Xiaomi mengirim 3,9 juta unit dengan pangsa 15%.
Namun menariknya, di Indonesia Xiaomi justru menjadi pemimpin pasar dengan pangsa 19%, mengungguli Transsion (18%) dan Samsung (17%). Oppo dan Vivo masing-masing meraih 16% dan 15%.
Dominasi Xiaomi di Indonesia mencerminkan kuatnya segmen entry-level dan strategi distribusi agresif di pasar sensitif harga.
Simak Video "Samsung Galaxy Z Fold8 vs Fold8 Ultra: Mana yang Lebih Worth It?"
(afr/afr)