IBM Kaget, Office Gratisannya Laku
- detikInet
Jakarta -
IBM Symphony yang disebut-sebut sebagai aplikasi pesaing Microsoft Office telah dirilis. Symphony pun telah diunduh sebanyak 100.000 kali hanya pada minggu pertama sejak peluncurannya."Jujur saja, kami benar-benar kaget melihat minat orang-orang," sebut Mike Rhodin, Manajer Umum IBM Collaboration and Lotus Software seperti dikutip detikINET dari PCWorld, Kamis (27/9/2007). Untuk mengantisipasi lonjakan peminat, IBM pun menambah server download-nya.Sebelumnya, diperlukan proses mengunduh yang cukup berbelit karena peminat harus punya identitas dan password IBM. Namun kini IBM telah mempersingkat proses sehingga hanya diperlukan alamat e-mail yang valid untuk mengunduh Symphony secara gratis.Symphony berbasis OpenOffice.org yang menggunakan format Open Document for XML (ODF) yang disetujui sebagai standar internasional ISO. Sementara Microsoft Office memakai Open XML (OOXML) yang belum mendapat persetujuan ISO.Para pesaing Microsoft pun disebut-sebut berharap bahwa sejak ODF disetujui sebagai format ISO, hal ini bisa menggoyang dominasi Microsoft Office di pasar aplikasi produktivitas. IBM yang belum lama bergabung dengan komunitas OpenOffice.org pun menginginkan Symphony sebagai aplikasi untuk mempromosikan ODF dan bersaing dengan Microsoft Office.Sejauh ini, Symphony telah mendapat tanggapan lumayan dari para penggunanya. Para analis juga memprediksi bahwa reputasi IBM sebagai perusahaan raksasa akan menolong Symphony bersaing dengan Microsoft Office. IBM sendiri berencana merilis Symphony versi beta kedua dalam enam atau delapan minggu mendatang.
(fyk/wsh)