Musik dan podcast semakin menjadi bagian dari rutinitas masyarakat Indonesia. Aktivitas seperti bekerja, bepergian, hingga bersantai kini kerap ditemani konten audio, mendorong kebutuhan perangkat pendukung yang praktis seperti true wireless stereo (TWS).
Samsung melihat tren tersebut ikut memperkuat pertumbuhan pasar earphone di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. TWS dinilai menjadi kategori dengan permintaan tinggi karena menawarkan kemudahan konektivitas Bluetooth, terutama di tengah absennya audio jack pada banyak smartphone terbaru.
Seiring meningkatnya ekspektasi pengguna, fitur seperti active noise cancelling (ANC) dan integrasi dengan asisten pintar juga menjadi perhatian. Samsung menyebut pengembangan produk audio mereka kini diarahkan untuk menghadirkan pengalaman yang lebih personal dan terhubung dalam ekosistem Galaxy.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Musik dan podcast kini menjadi bagian dari cara masyarakat Indonesia beraktivitas dan mengekspresikan diri. Seiring itu, ekspektasi terhadap pengalaman audio pun berkembang," kata Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia, dalam keterangan yang diterima detikINET.
Bersamaan dengan itu, ekspektasi pengguna juga berkembang. TWS tidak lagi sekadar soal mendengarkan, tetapi juga soal pengalaman yang lebih fokus dan personal. Fitur seperti active noise cancelling (ANC) menjadi semakin umum dicari, terutama untuk penggunaan di ruang publik yang bising.
Integrasi dengan asisten pintar dan ekosistem perangkat juga mulai menjadi faktor pembeda di kategori premium. Produsen perangkat audio kini tidak hanya bersaing pada kualitas suara, tetapi juga pada kemudahan konektivitas lintas perangkat, kontrol yang lebih intuitif, hingga dukungan fitur berbasis AI.
Samsung menjadi salah satu pemain yang mendorong pendekatan ekosistem ini lewat lini Galaxy Buds. Dalam beberapa generasi terakhir, perusahaan menghadirkan peningkatan pada desain ergonomis, kemampuan ANC, hingga fitur adaptif seperti Adaptive EQ dan Adaptive ANC.
Seri Galaxy Buds3 yang dirilis pada Juli 2024 misalnya, membawa integrasi dengan Gemini AI. Sementara Galaxy Buds3 FE yang meluncur pada September 2025 memperluas pilihan di kelas harga lebih terjangkau, sekitar Rp 1 jutaan, dengan tetap membawa fitur ANC.
Ke depan, kategori TWS diperkirakan akan terus berkembang seiring audio semakin melekat dalam gaya hidup digital. Persaingan pun tidak hanya soal spesifikasi, tetapi juga soal pengalaman menyeluruh yang ditawarkan perangkat dalam aktivitas sehari-hari pengguna.
(asj/asj)
