Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Apple Watch Kini Bisa Deteksi Hipertensi di Indonesia, Ini Cara Pakainya

Apple Watch Kini Bisa Deteksi Hipertensi di Indonesia, Ini Cara Pakainya


Adi Fida Rahman - detikInet

Fitur Hipertensi di Apple Watch
Apple Watch Kini Bisa Deteksi Hipertensi di Indonesia, Ini Cara Pakainya Foto: Apple
Daftar Isi
Jakarta -

Apple resmi meluncurkan fitur deteksi hipertensi (Hypertension Notifications) pada Apple Watch untuk pengguna di Indonesia. Fitur ini memungkinkan deteksi dini tanda-tanda hipertensi secara pasif tanpa memerlukan alat pengukur tekanan darah tambahan.

Apple Watch menggunakan sensor detak jantung optik dan algoritma pembelajaran mesin untuk menganalisis pola denyut nadi dan perubahan volume darah di pembuluh darah. Data dikumpulkan secara pasif selama 30 hari dan dianalisis untuk mendeteksi potensi hipertensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Hipertensi adalah salah satu faktor risiko utama penyakit serius seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, dan gangguan penglihatan. Sayangnya, kondisi ini sering kali tidak terdeteksi karena tidak menimbulkan gejala dan bisa terlewat dalam pemeriksaan tekanan darah sekali waktu di klinik.

Menurut WHO, lebih dari 1,3 miliar orang dewasa di seluruh dunia hidup dengan hipertensi, dan lebih dari setengahnya bahkan tidak menyadarinya. Melalui fitur Hypertension Notifications, Apple Watch mencoba menjembatani kesenjangan diagnosis ini dengan pemantauan pasif yang berlangsung otomatis di latar belakang-cukup dengan pengguna mengenakan perangkat di pergelangan tangan mereka setiap hari.

Untuk mewujudkan ini, Apple membangun algoritma cerdas berbasis data dari lebih dari 100.000 partisipan, yang kemudian divalidasi lewat uji klinis berskala besar melibatkan 2.229 peserta dewasa. Selama 30 hari, para partisipan diminta mengenakan Apple Watch dan secara rutin mengukur tekanan darah dua kali sehari menggunakan alat referensi OMRON Evolv.

Hasil pengujian menunjukkan performa yang menjanjikan: sensitivitas keseluruhan 41,2% dan spesifisitas 92,3%, dengan akurasi tertinggi (95,3%) tercapai pada pengguna dengan tekanan darah normal. Yang paling menonjol, fitur ini menunjukkan kinerja lebih baik pada pengguna dengan hipertensi stadium 2-kategori yang lebih berbahaya secara klinis-dengan sensitivitas mencapai 53,7%, jauh lebih tinggi dibandingkan 29,6% pada stadium 1. Ini membuktikan bahwa meskipun bukan alat diagnosis, fitur ini cukup andal untuk menangkap kasus paling kritis yang membutuhkan perhatian medis segera.

Lebih lanjut, analisis mendalam dari Apple menunjukkan bahwa performa fitur ini stabil di seluruh kelompok demografis-baik dari sisi usia, jenis kelamin, warna kulit, etnis, hingga indeks massa tubuh (BMI). Setelah penyesuaian statistik dilakukan, tidak ditemukan perbedaan signifikan dalam akurasi, menandakan bahwa algoritma ini inklusif dan layak digunakan secara luas oleh beragam populasi pengguna.

Di sinilah kecanggihan fitur ini benar-benar terlihat. Apple tidak berniat menggantikan peran tensimeter atau dokter, melainkan menciptakan lapisan perlindungan tambahan-penjaga diam-diam di pergelangan tangan-yang secara pasif memberi peringatan dini saat tubuh menunjukkan tanda-tanda tekanan darah tinggi. Pendekatan ini terasa sangat manusiawi: tidak invasif, tidak menyita waktu, tetapi sangat bermakna.

Dengan hanya mengenakan jam tangan, pengguna bisa mendapatkan sinyal awal dari masalah serius yang selama ini kerap luput dari perhatian. Pendekatan pasif seperti ini ideal untuk mereka yang sibuk, cenderung menunda pemeriksaan rutin, atau tinggal di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan. Inilah kekuatan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga benar-benar berpihak pada kebutuhan nyata manusia.

Fitur Hipertensi di Apple WatchFitur Hipertensi di Apple Watch Foto: Apple

Apple Watch yang Mendukung

Fitur ini tersedia untuk pengguna Apple Watch Series 9 atau Ultra 2 ke atas, dan tidak tersedia pada Apple Watch SE. Di sisi iPhone, perangkat minimal yang dibutuhkan adalah iPhone 11 atau lebih baru dengan iOS versi terbaru.

Pengguna juga harus mengaktifkan fitur Wrist Detection dan memenuhi syarat: berusia 22 tahun ke atas, tidak sedang hamil, dan belum pernah didiagnosis hipertensi sebelumnya.

Fitur Hypertension Notifications ini juga terintegrasi dengan fitur pencatatan tekanan darah (Blood Pressure Log) yang telah diperbarui di aplikasi Health. Saat menerima notifikasi, pengguna disarankan untuk mencatat tekanan darah selama tujuh hari menggunakan alat tensi pihak ketiga. Jika alat tersebut terhubung ke HealthKit via Bluetooth, data akan tersimpan otomatis. Jika tidak, pencatatan manual juga dimungkinkan.

Aplikasi akan menyusun laporan ringkasan dalam format PDF, lengkap dengan klasifikasi berdasarkan panduan dari American Heart Association (AHA) atau European Society of Cardiology (ESC), yang bisa dibagikan ke dokter.

Cara Mengaktifkan Fitur Deteksi Hipertensi

  1. Buka aplikasi Health di iPhone.
  2. Ketuk ikon profil di pojok kanan atas.
  3. Masuk ke Health Checklist, lalu pilih Hypertension Notifications.
  4. Konfirmasi usia dan status hipertensi.
  5. Ikuti panduan di layar, lalu ketuk Done.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menerima Notifikasi

Jika menerima notifikasi, artinya Apple Watch telah mendeteksi pola tekanan darah tinggi dalam data jantung Anda selama 30 hari terakhir. Kamu disarankan untuk:

  • Berkonsultasi dengan dokter sesegera mungkin.
  • Mencatat tekanan darah selama 7 hari menggunakan alat tensi manual atau yang terhubung ke HealthKit.
  • Mengikuti saran gaya hidup sehat seperti olahraga teratur, pola makan rendah garam, dan manajemen stres.

Di tengah banjirnya fitur wearable yang kadang terasa gimmicky, Hypertension Notifications berdiri sebagai contoh nyata bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mencegah, bukan hanya merekam. Ini adalah langkah realistis dan revolusioner dari Apple untuk memanfaatkan data pasif demi perubahan aktif dalam kesehatan masyarakat.

Dengan pendekatan berbasis data, integrasi mendalam ke ekosistem Apple Health, dan fokus pada pemantauan tanpa friksi, fitur ini bukan hanya menambah fungsi Apple Watch - tapi bisa menyelamatkan nyawa.




(afr/afr)






Hide Ads