Penggunaan Air Conditioner (AC) seringkali dikaitkan dengan berbagai mitos kesehatan, mulai dari pemicu penyakit hingga memperburuk kondisi jantung. Namun, seorang dokter spesialis jantung justru mengungkap fakta sebaliknya: AC bisa menyehatkan jika digunakan dengan cara yang tepat.
Dalam acara Nexthome by Modena yang digelar di Senayan City baru-baru ini, Dokter Spesialis Jantung Intervensi, dr. Bobby Arfhan Anwar, Sp.JP(K), FIHA, meluruskan anggapan miring tersebut. Menurutnya, risiko kesehatan bukan berasal dari alatnya, melainkan dari manajemen suhu, durasi, dan kebersihan yang salah.
AC Justru Penting Saat Olahraga
Salah satu poin menarik yang disampaikan dr. Bobby adalah pentingnya suhu sejuk saat melakukan aktivitas fisik berat di dalam ruangan. Ia menjelaskan bahwa AC membantu meregulasi suhu tubuh agar tetap optimal.
"Termasuk saat olahraga berat, sebaiknya kita menggunakan AC agar bisa mengatur suhu yang sejuk untuk tubuh. Ketika kita sedang olahraga dan suhu ruangan panas, jantung kita bekerja lebih keras," ujar dr. Bobby.
Ia menambahkan, kondisi ruangan panas saat berolahraga bisa memicu pusing atau pandangan gelap akibat beban kerja jantung yang berlebihan.
Jangan "Hajar" 24 Jam
Meski bermanfaat, dr. Bobby mengingatkan agar AC tidak dinyalakan seharian penuh tanpa jeda. Penggunaan durasi lama di ruang tertutup membuat udara terlalu kering yang bisa memicu kulit kering dan reaksi alergi.
Pengguna disarankan untuk tetap membuka jendela atau ventilasi saat AC dimatikan demi memaksimalkan sirkulasi udara alami. Selain itu, asupan cairan tubuh harus dijaga untuk melembapkan kulit dari dalam.
Untuk mengatasi masalah kelembapan ini, perangkat modern seperti AC Modena sebenarnya sudah memiliki fitur Dry Mode untuk menyerap kelembapan berlebih, serta Sleep Mode yang menaikkan suhu bertahap saat tidur agar tubuh tidak kedinginan dan masuk angin.
Bahaya "Third-Hand Smoke" di Ruangan Ber-AC
Peringatan paling keras dari dr. Bobby berkaitan dengan kebiasaan merokok. Ia menegaskan larangan keras merokok di ruangan ber-AC karena partikel asap rokok dapat menempel pada unit AC dan furnitur selama tiga minggu, meskipun bau asap sudah hilang.
"Ini bisa berdampak pada perokok tangan ketiga, seperti anak-anak kita. Ini yang bisa menyebabkan pneumonia pada balita," tegas dr. Bobby.
Oleh karena itu, kebersihan filter AC menjadi krusial. Membersihkan filter secara berkala wajib dilakukan untuk membasmi debu dan jamur pemicu alergi. Menjawab kebutuhan ini, Moden menyematkan filter permukaan ganda pada lini AC terbarunya untuk penyaringan udara yang lebih optimal.
Simak Video "Kajian Ramadan Roblox bersama Promag, BSI & Yamaha: Ramadan Kelar, Iman Jangan AFK"
(afr/asj)