Motorola resmi kembali meramaikan pasar ponsel Indonesia. Tidak sekadar hadir, Motorola menargetkan bisa masuk lima besar dalam waktu tiga tahun ke depan.
Hal tersebut diyakini oleh Country Head Motorola Indonesia Bagus Prasetyo yang memiliki proyeksi tiga tahun kedepan.
"Kami hadir di Indonesia memiliki satu proyeksi dalam tiga tahun akan mencapai double digit," ujar Bagus beberapa waktu lalu.
Untuk mencapai ambisi tersebut, Motorola menyiapkan strategi 'local for local'. Seluruh proses perakitan ponsel dilakukan di Batam, mulai dari pemasangan PCB hingga pengemasan, bekerja sama dengan PT Sat Nusa Persada.
Selain itu, Motorola menjalin kemitraan dengan berbagai partner lokal guna memberikan nilai tambah bagi konsumen. Perusahaan juga menekankan pentingnya inovasi agar tetap relevan dengan kebutuhan pengguna yang terus berkembang.
Salah satunya adalah pengembangan Moto AI, kecerdasan buatan besutan Motorola yang diproses langsung di perangkat. Motorola juga bekerja sama dengan mitra global seperti Gemini untuk memperkuat fitur AI pada produknya.
Tak hanya itu, Motorola juga akan memperkuat portofolio perangkat 5G di Indonesia. Meski saat ini cakupan 5G baru sekitar 30%, Motorola optimistis dalam dua tahun ke depan penetrasinya bisa mencapai 60%.
Marketing Head Motorola Asia Pacific Shivam Ranjan memaparkan Motorola akan membanjiri pasar Indonesia dengan HP 5G. Kendati saat ini cakupan 5G baru 30%, mereka yakin dalam dua tahun ke depan bakal lebih luas lagi mencapai 60%.
"Kami merupakan perusahaan pertama yang membuat 5G di tahun 2019. Kami merupakan perusahaan pertama yang membuat 5G global. Kami adalah pemimpin teknologi 5G, dan kami menyediakan pelanggan dengan teknologi 5G yang terbaik, yaitu future-ready, global-ready, dan sebagainya. Jadi kami terus fokus pada menyediakan pengalaman 5G terbaik bagi pelanggan di negara," papar Shivam.
Sebagai pembeda, Motorola berkomitmen menghadirkan pengalaman premium bagi konsumen, baik melalui desain perangkat, material yang digunakan, hingga fitur unik seperti chop-chop dan twist-twist gesture.
"Anda sudah melihat perangkat kami berbeda dari kompetisi karena desainnya, tampilan dan perasaan mereka, software mereka, dan hal-hal ini yang bisa dilakukan oleh orang hanya saat mereka menyentuh dan merasakan perangkat. Mereka bisa melakukan chop-chop, twist-twist, smart connect, atau merasakan leather vegan saat mereka melihat perangkat. Jadi kami berkomitmen untuk menciptakan pengalaman retail premium di Indonesia," pungkas Shivam.
Simak Video "Video: Rencana Motorola Comeback ke Pasar Indonesia"
(anl/ega)