Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Sony Hadirkan Blu-ray Pertama di Indonesia

Sony Hadirkan Blu-ray Pertama di Indonesia


- detikInet

Jakarta - Sony Corp. menghadirkan pemutar Blu-ray mereka untuk pertama kalinya di Indonesia. Akankah Blu-ray menggeser format DVD saat ini? Perangkat yang dihadirkan Sony itu adalah pemutar Blu-ray bertipe BDP-S1E. Menurut Takumi Kitamura, Presiden Direktur PT Sony Indonesa, pasar di Indonesia diyakini akan mengalami pergeseran minat konsumen menuju ke dalam format Blu-ray dan meninggalkan format DVD (Digital Versatile Disc) konvensional. Alasannya, ujar Kitamura, industri penyiaran telah mendukung teknologi Blu-ray untuk dijadikan pilihan berikutnya. "Teknologi Blu-ray ini ditujukan bagi penggemar home entertainment untuk mendapatkan suasana bioskop di rumah sendiri," Kitamura mengungkapkan dalam peluncuran di Blitzmegaplex, Grand Indonesia, Jakarta, Rabu (17/7/2007). Menurut Dwirastia Indri Prastanti, Asisten Supervisor Home Audio Video Product Sony Indonesia, dalam satu keping cakram Blu-ray memiliki kapasitas sebesar 25 Gigabyte untuk single layer dan 50 gigabyte untuk dual layer. Ini berarti, Indri menjelaskan, lima kali lipat lebih besar dari format DVD biasa. "Sehingga, Blu-ray bisa memberikan resolusi dan segmen gambar yang lebih banyak," tukas Indri. Untuk tipe BDP-S1E, Indri mengklaim sanggup menampilkan 1920 x 1080p progressive high definition video. Ini, ujarnya, adalah resolusi sinyal high definition tertinggi yang ada di pasaran saat ini untuk perangkat yang melalui koneksi High-Definition Multimedia Interface (HDMI). Produk yang dibanderol pada kisaran Rp 10 jutaan ini diakui Indri masih mempunyai pasar yang terbatas. Target pasarnya, ujar Indri, untuk kalangan 'A' dan 'A+'. "Kira-kira 20 persen dari market Sony di Indonesia saat ini," Namun Indri optimis dengan semakin tersedianya film berbasis Blu-ray di Indonesia perangkat ini akan mampu bersaing dengan pemain lain. "Saat ini sudah ada sekitar 250 judul film dalam format Blu-ray. Dan teknologi ini sudah didukung oleh 170 perusahaan di dunia," ujar Indri. Soal kemungkinan pembajakan, Product Marketing HD World Sony Indonesia Henri William mengaku sudah mendengar adanya pihak yang mampu membobol perlindungan anti pembajakan pada Blu-ray. "Tapi saya belum tahu apakah di pasaran Indonesia sudah ada barang bajakannya atau belum," lanjut Henri. (wsh/wsh)





Hide Ads
LIVE