Tak Diduga, Intel Gabung dengan Proyek Laptop US$ 100
- detikInet
Jakarta -
Intel Corp secara mengejutkan akhirnya memutuskan bergabung dengan proyek One Laptop Per Child (OLPC) untuk mengembangkan program laptop US$ 100.Padahal sebelumnya, Intel dan penggagas program OLPC -- Profesor Nicholas Negroponte -- saling mengumbar kritikan akibat persaingan program laptop 'murah' yang digagas kedua belah pihak.Seperti diketahui, Intel telah memproduksi Classmate PC sebagai bagian dari program Intel World Ahead yang ditujukan bagi negara berkembang. Selain digunakan dalam donasi secara gratis, Classmate rencananya juga akan dimanfaatkan Intel untuk dikomersilkan.Akibatnya, Intel dan Negroponte terlibat persaingan untuk memasarkan program laptop 'murah' mereka untuk dijajakan di negara-negara berkembang. Terlebih lagi, laptop besutan Negroponte 'dipersenjatai' dengan prosesor AMD yang notabene adalah pesaing utama Intel.Bahkan Chairmen Intel Craig Barret pernah menyebut laptop OLPC lebih mirip sebuah gadget ketimbang laptop. Tentu saja hal itu membuat berang Negroponte. Ia lantas balik menyerang dengan menuduh Intel sengaja menjual Classmate jauh dibawah biaya produksi dengan tujuan untuk menyingkirkannya. "Intel seharusnya malu akan hal itu," kesal Negroponte, saat itu.Namun, tak disangka beberapa minggu berselang hubungan Intel dan Negroponte telah membaik. Terbukti dari pembicaraan damai antara Negroponte dengan CEO Intel Paul Otellini yang bertempat di kantor pusat Intel di Santa Clara, Calif.Entah apa saja yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, tapi yang pasti akhirnya Intel memutuskan untuk bergabung dengan program OLPC dan akan membantu dalam pendanaan serta kemampuan teknis.Meski demikian bukan berarti akibat kerja sama ini Intel mengaku kalah dari OLPC dan akan menarik produksi Classmate, malah justru nantinya Classmate dan OLPC akan berdampingan dalam memasarkan program laptop murah di negara-negara berkembang.Sebagai contoh, Classmate akan ditujukan bagi negara yang membutuhkan laptop untuk digunakan di sekolah-sekolah yang ada di perkotaan. Sedangkan OLPC, karena dilengkapi engkol tangan sebagai pembangkit listrik sehingga hemat energi maka lebih ditujukan untuk daerah-daerah pedesaan.Will Swope, vice president dan director corporate affairs Intel mengatakan, tujuan dari kerja sama ini adalah hanya untuk memberikan hasil yang paling baik untuk membantu pendidikan anak-anak di seluruh dunia. "Dan bagaimana caranya kita mendapatkan hasil yang maksimal itu? Jawabannya adalah bergabung dengan OLPC," imbuhnya.Sementara itu, Negroponte juga menyambut baik inisiatif dari Intel untuk bergabung dengan proyek besutannya. "Kolaborasi dengan Intel berarti akan memperbanyak jumlah laptop yang akan diraih anak-anak," tutur Negropone, seperti dikutip detikINET dari PC World, Sabtu (14/7/2007).Semoga saja..
(ash/ash)