Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Petisi Minta Cabut Boikot Game Sadis

Petisi Minta Cabut Boikot Game Sadis


- detikInet

Jakarta - Karena dianggap terlalu sadis, game 'Manhunt 2' diboikot dari peredaran. Sebuah petisi resmi pun diajukan untuk mencabut larangan tersebut. British Board of Film Classification (BBFC), lembaga yang berwenang menetapkan rating film dan videogame di Inggris, telah memboikot peredaran game sadis 'Manhunt 2'. Boikot ini dilakukan dengan menolak memberikan rating pada game tersebut. Hal ini memicu reaksi dari kalangan gamer di Inggris. Melalui situs resmi kantor Perdana Menteri Inggris, mereka pun membuat petisi menolak boikot tersebut. Seperti diberitakan GameSpot, yang dikutip detikINET, Selasa (3/7/2007), petisi itu telah memperoleh sekitar 1.045 tandatangan. Petisi resmi itu hanya bisa ditandatangani oleh warga negara Inggris, baik yang tinggal di Inggris maupun yang bertugas di luar negeri. Petisi yang memiliki deadline hingga 26 Agustus 2007 itu meminta Perdana Menteri untuk membatasi kemampuan BBFC untuk memboikot video game. "BBFC baru-baru ini menolak memberi rating game Manhunt 2. Akibatnya, orang dewasa di negara ini tidak akan pernah bisa memainkan game tersebut. Orang dewasa harus diberi kemampuan memilih sendiri game apa yang mau mereka mainkan. Kami semua sadar bahwa game ini sangat sadis dan tak cocok untuk anak-anak. Oleh karena itu seharusnya cukup diberikan rating user defined 18 (tahun ke atas-red)," sebut penjelasan petisi tersebut. Manhunt 2 adalah game pertama sejak 10 tahun belakangan yang diboikot oleh BBFC. Sebelumnya adalah agme Carmaggedon yang akhirnya diperbolehkan untuk diedarkan setelah melalui proses banding. Di negara asalnya, Amerika Serikat, game Manhunt 2 diberi rating AO (Adults Only/hanya untuk dewasa). Padahal Nintendo dan Sony tidak membolehkan game rating AO dimainkan pada konsol mereka. Akibatnya game besutan Rockstar itu juga tak bisa beredar di Amerika. Penerbit game Manhunt 2, Take-Two Interactive, dan studio pengembangnya (Rockstar) memang dikenal sebagai pembuat game kontroversial. Ini termasuk seri 'Grand Theft Auto' yang mengedepankan pencurian mobil dan kehidupan kriminal terorganisir. (wsh/wsh)





Hide Ads