Game Pendahulu Dinilai Picu Pembunuhan, Sekuel Diboikot
- detikInet
Jakarta -
Peredaran game brutal kembali dilarang, setelah para senator Amerika Serikat memboikot peredaran game '25 to life'. Kini, giliran Inggris yang melarang peredaran game brutal.Game ini berjudul 'Manhunt 2'. Versi terdahulu game ini pernah disalahkan oleh orang tua korban pembunuhan anak sekolah berumur 14 tahun asal Leicester, Inggris.Stefan Pakeerah -- nama korban tersebut -- menjadi korban tikaman dan pemukulan pada Februari 2004. Ibu korban, Giselle Pakeerah, yakin kalau si pelaku, Warren LeBlanc (17 tahun), terinspirasi dari game 'Manhunt' ketika melakukan aksi kejahatannya.Akibatnya, British Board of Film Classification (BBFC) semakin memperketat sensor izin bagi sebuah game. Dan akhirnya diputuskan peredaran sekuel game ini dilarang di Inggris karena masih dianggap menghadirkan tindakan sadisme yang berlebihan."Kami telah mengkampanyekan perlawanan terhadap game ini sejak lama dan BBFC telah membuat keputusan yang benar," ujar Giselle, seperti dikutip detikINET dari Reuters, Rabu (20/6/2007).Anggota parlemen Leicester Keith Vaz, yang bergabung dalam kampanye Giselle dalam menentang peredaran game 'Manhunt' mendukung keputusan palarangan sekuelnya game tersebut."Ini merupakan keputusan yang tepat oleh British Board of Film Classification sekaligus menunjukkan kepada pengembang game bahwa mereka tidak bisa mendapatkan hasil yang interaktif dengan membuat pemain dapat melakukan tindakan sadis dan pembunahan," jelasnya.'Manhunt 2' ditujukan untuk konsol PlayStation 2 (PS 2) dan Nintendo Wii. Rockstar Games sebagai pembuatnya sejak 6 minggu lalu telah mengajukan banding agar game ini tetap diloloskan badan sensor.
(ash/ash)