Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Laptop Wi-Fi Dilarang Bagi Anak-Anak

Laptop Wi-Fi Dilarang Bagi Anak-Anak


- detikInet

Jakarta - Amankah jaringan Wi-Fi (Wireless Fidelity) bagi anak-anak? Pertanyaan itu muncul seiring maraknya pasaran laptop murah yang dilengkapi Wi-Fi, sehingga makin memungkinkan laptop tersebut digunakan oleh anak-anak. Sebuah penelitian tentang keamanan ponsel dan perangkat mobile mengungkap, laptop bagi anak-anak sebaiknya tidak dilengkapi dengan jaringan internet Wi-Fi.Dilansir Daily Telegraph, profesor Lawrie Challis, ketua komite pemerintah Inggris yang menggawangi penelitian tersebut mengungkap, anak-anak yang menggunakan jaringan Wi-Fi sebaiknya terus diawasi, hingga kepastian resiko kesehatan yang ditimbulkan oleh jaringan Wi-Fi diumumkan.Menurutnya anak-anak harus tetap menjaga jarak dengan antena pemancar Wi-Fi. Sementara itu, badan Health Protection Agency mengumumkan bahwa perangkat Wi-Fi memiliki daya yang sangat rendah, bahkan lebih rendah dari daya yang dipancarkan ponsel.Profesor Challis adalah profesor fisika yang dulunya mengajar di Universitas Nottingham. Menurut dia, jika menggunakan komputer desktop, maka pemancar jaringannya tentu saja berada di atas pengguna."Namun jika Anda memakai laptop dengan Wi-Fi yang berada lurus di pangkuan, maka jarak Anda dari pemancar hanya sekitar 2 cm. Dan dampaknya hampir sama dengan yang didapat dari ponsel," ujarnya seperti dikutip detikINET dari BBC News, Senin (30/4/2007).Hal tersebut sangat riskan, mengingat apa yang diungkapkan Profesor Challis bahwa anak-anak lebih sensitif terhadap polutan seperti timbal dan radiasi ultraviolet."Kami menyarankan agar anak kecil menjaga jarak dari penggunaan ponsel, selain itu juga menjauhkan anak-anak dari kebiasaan memangku laptop yang dilengkapi Wi-Fi," imbuhnya.Beberapa waktu lalu, sebuah perhimpunan guru di Inggris meminta agar diadakan penelitian terhadap resiko kesehatan yang timbul dari keberadaan jaringan Wi-Fi di sekolah-sekolah mereka.Perhimpunan tersebut menuding Wi-Fi sebagai biang sakit kepala yang dialami para guru. (lni/nks)







Hide Ads
LIVE