Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network
detikInet
Jago Open Source Asia Akan Berkemah di Sukabumi

Jago Open Source Asia Akan Berkemah di Sukabumi


- detikInet

Jakarta - Sebuah gelaran bertajuk Asia Source II akan diadakan di Sukabumi, Jawa Barat, pada awal 2007. Gelaran itu akan menjadi perkemahan bagi jago-jago Open Source Asia. Asia Source II merupakan kelanjutan dari Asia Source I yang diadakan di Bangalore, India, Januari 2005. Asia Source merupakan kegiatan 'perkemahan' (technology camp) yang mendekatkan teknologi Open Source untuk digunakan di kalangan Organisasi Non-Pemerintah, Lembaga Swadaya Masyarakat, dan organisasi sosial lain. Gelaran kedua ini sengaja akan diadakan di Sukabumi, Jawa Barat, untuk memperkuat kesan perkemahan dan kedekatan komunitas. Penyelenggara kegiatan ini adalah International Open Source Network (IOSN), Tactical Technology Collective, InWEnt, ICT Watch, Yayasan AirPutih dan Aspiration Tech. "ICT Watch menjadi mitra lokal utamanya. Sedangkan untuk menangani acaranya dipegang oleh siswa SMK Jayawisata," tutur Bona Simanjuntak, aktivis ICT Watch kepada detikINET, Rabu (8/11/2006). Terdapat empat tema besar yang bisa dipilih peserta, yaitu 'Penerbitan dan Penyiaran Terbuka' (Open Publishing and Broadcasting), 'Akses dan Perangkat Alternatif' (Alternative Hardware and Access), 'Migrasi dan Implementasi Open Source' (FOSS Implementation and Migration), serta 'Manajemen Informasi' (Information Management). Untuk mengikuti kegiatan ini, peserta dipungut biaya US$ 75. Penyelenggara membuka 'beasiswa' bagi calon peserta yang ingin hadir namun kesulitan biaya. Formulir pendaftaran 'beasiswa' tersebut bisa dilihat di situs IOSN, pendaftaran dibuka hingga 25 November 2006. Acara ini, meski cukup bergengsi, tidak akan digelar secara jor-joran dengan berbagai fasilitas mewah. Seperti Asia Source I, penyelenggara menghendaki suasana yang akrab di antara peserta layaknya sebuah perkemahan. "Di sana semua peserta bisa menjadi guru dan bisa menjadi siswa," tukas Bona. Dalam kegiatan itu juga tidak akan disediakan akses radio atau televisi, hanya internet. "Itupun dengan koneksi seadanya, sehingga para participant akan dipaksa berpikir bersama dan tahu, inilah kondisi nyata dari negara berkembang," ujar Bona. Asia Source II didukung oleh Kementerian Federal Jerman untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan, Humanist Institute for Cooperation with Developing Countries, Asia Pacific Development Information Network - United Nations Development Network dan International Development Research Centre, Kanada. (wicak/wicak)







Hide Ads