Game Bakal Masuk Kurikulum Sekolah?
- detikInet
Jakarta -
Ilmuwan yakin game bisa memperbaiki pendidikan, pemerintah pun diminta membuat studi yang mendalam. Game bakal masuk kurikulum sekolah?Ilmuwan asal Amerika Serikat yang tergabung dalam The Federation of American Scientists (FAS) percaya bahwa game bisa membantu perbaikan mutu pendidikan. Mereka menybut game sebagai 'penemuan besar' yang bisa membuat seorang siswa belajar berjam-jam tanpa paksaan. Kelompok ilmuwan yang biasanya bergelut dengan isu-isu seperti senjata nuklir atau rahasia negara itu kini menyarankan agar pemerintah AS melakukan studi mendalam soal game. Demikian dikutip detikINET dari rilis FAS di FAS.org, Kamis (19/10/2006).Secara teori, para ilmuwan berpendapat game bisa membantu mengajarkan kemampuan yang dibutuhkan dalam dunia kerja. Ini termasuk kemampuan berpikir secara analitis, kerjasama tim, multitasking dan menyelesaikan masalah dalam tekanan. Dan tidak seperti manusia, game bisa mengajar tanpa bosan. Ilmuwan FAS juga percaya bahwa game memiliki atribut yang penting bagi pembelajaran. Atribut itu termasuk tujuan yang jelas, pelajaran yang bisa diulang-ulang hingga dikuasai, pengawasan kemajuan siswa, dan penyesuaian instruksi yang diberikan berdasarkan kemampuan siswa. FAS mengajukan agar riset mendalam dilakukan dengan dukungan penuh dari pemerintah. Sebagai 'kepala'-nya, FAS menyarankan Departemen Pendidikan dan Tenaga Kerja AS bersama-sama National Science Foundation serta mitra-mitra industri dan akademik. Saat ini FAS telah menyediakan tiga prototipe game yang bisa digunakan dalam pembelajaran. Game-game itu adalah 'Discover Babylon' (mengenal budaya Mesopotamia), 'Immune Attack' (cara kerja sistem kekebalan tubuh), dan 'Multi Casualty Incident Response' (pelatihan bagi pemadam kebakaran).Jika saran FAS disetujui, bukan tidak mungkin di masa depan sekolah-sekolah akan memasukkan game sebagai bagian dari kurikulum mereka. Tentunya, seperti diutarakan Presiden FAS Henry Kelly, game-game itu harus dibuat dan dievaluasi berdasarkan tujuan pendidiakn tertentu.Kehidupan generasi saat ini dan yang akan datang, ujar Kelly, sangat lekat dengan game. Lebih dari 45 juta rumah tangga di AS memiliki konsol game. "Akan sangat memalukan jika kita tak bisa menghubungkan itu (antara game dan pendidikan-red)," tutur Kelly.
(wicak/wicak)