Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Pemerintah Komunis India Pilih Linux

Pemerintah Komunis India Pilih Linux


- detikInet

Jakarta - Pemerintahan Komunis di Kerala, India bagian selatan, mendorong ribuan sekolah untuk beralih ke Linux dan meninggalkan Microsoft. Sebelumnya pemerintahan yang sama melarang peredaran Coca Cola dan Pepsi. Negara bagian Kerala menganjurkan semua institusi publik, termasuk 12.500 sekolah, untuk beralih ke sistem operasi Linux dan free software lainnya. "Bukan rahasia kalau Microsoft memiliki keinginan monopolistis di bidang teknologi komputer. Sebagai pemerintahan yang demokratis dan progresif, kami ingin mendorong penyebaran free software," ujar Menteri Pendidikan Kerala, M.A. Baby, seperti dikutip detikINET dari New York Times, Rabu (30/08/2006). Beberapa waktu sebelumnya, pemerintahan Kerala juga menerapkan larangan pada produk Coca-Cola dan Pepsi. Kedua produk itu disebutkan mengandung pestisida. Larangan peredaran Coca-Cola dan Pepsi, ditambah dengan anjuran untuk menjauhi produk Microsoft, memberi kesan adanya motivasi ideologis di balik pemerintahan Kerala. Tidak bisa dipungkiri bahwa ketiganya merupakan produk-produk yang identik dengan Amerika Serikat dan budaya barat. Baby menampik hal itu. "Kami menaruh rasa hormat pada sumbangsih Amerika Serikat dan sekutu Eropanya di bidang seni, sastra, dan budaya," ujarnya. Meski Kerala hanya memiliki populasi 32 juta jiwa, negara bagian itu memiliki 30.000 komputer di sekolah-sekolah. Sebanyak 600.000 siswa disebut memilih untuk menggunakan free software. Alasan di balik pemilihan Linux dan free software lainnya adalah alasan keuangan. Kementerian Pendidikan yang dipimpin Baby hanya memiliki dana 40 juta rupee, sekitar US$ 1,86 juta, untuk memenuhi kebutuhan komputer sekitar 1 juta orang siswa usia 5-15 tahun. Jika digunakan untuk membeli aplikasi komersial, Baby tak yakin dana itu akan mencukupi. (wsh) (wicak/)





Hide Ads