Tak Gunakan Sel Baterai Sony, HP Klaim Notebooknya Aman
- detikInet
Jakarta -
Insiden laptop terbakar karena terlalu panasnya baterai cukup meresahkan konsumen. Hewlett Packard (HP) sebagai produsen notebook masih cukup percaya diri, "Notebook HP aman."Menurut Mariana Kasim, Marketing Director - Imaging Printing & personal System Group HP Indonesia, hingga insiden terbakarnya notebook Dell dan VAIO mencuat, HP sendiri belum pernah mengalami insiden serupa."Kami belum pernah mengalami laporan mengenai hal serupa, jadi masih aman-aman saja," jelas Mariana kepada detikINET seusai acara peluncuran beberapa seri notebooknya di kawasan Thamrin, Jakarta (29/08/2006)."Soalnya begini, bila tim riset kami menemukan komponen yang bermasalah, kami pasti akan berantisipasi me-recall sebelum insiden itu sempat terjadi," klaim Mariana.Investigasi dari terjadinya insiden notebook overheat dan terbakar itu ditemukan berasal dari sel baterai yang digunakan Dell dan Sony VAIO. Keduanya menggunakan sel baterai dari Sony Energy Systems yang dipasarkan dari April 2004 hingga Juli 2006 lalu."Kami tidak menggunakan sel baterai dari Sony yang bermasalah itu," jelas Mariana.Menurut Martin Wibisono, Market Development Manager HP Indonesia, kecelakaan terbakarnya laptop seperti itu tidak sepenuhnya bisa disalahkan karena baterainya saja. Stabilnya sistem yang ada di dalam notebook dapat mencegah kegagalan baterai yang dapat merusak seluruh sistem, bahkan hingga terbakar."Selain baterai, resisi ventilasi udara (pengembunan-red) yang terjadi di dalam perangkat juga bisa menyebabkan terjadinya kerusakan fatal, yang bisa merembet ke motherboard dan menuju ke hal-hal yang tidak diinginkan," tandasnya.Dijelaskan Martin, belum lama ini HP juga sempat melakukan recall terhadap komponen memori dari beberapa seri notebooknya. "Tak hanya baterai saja, memori yang tidak sesuai juga bisa menimbulkan masalah," ujar Martin. (amz)
(wicak/)