HP BlackBerry Bangkrut, Produsennya Banting Setir Jadi Begini

HP BlackBerry Bangkrut, Produsennya Banting Setir Jadi Begini

ADVERTISEMENT

HP BlackBerry Bangkrut, Produsennya Banting Setir Jadi Begini

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 11 Des 2022 09:00 WIB
Seorang model menunjukkan Blackberry Classic saat peluncuran di Jakarta, Rabu (25/3/2015). Blackberry ini menggunakan jaringan 4G LTE dijual dengan harga Rp 5.599.000.
HP BlackBerry bangkrut. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pernah sangat jaya, ponsel BlackBerry akhirnya bangkrut tenggelam dan sudah beberapa lama tidak pernah diproduksi lagi. Lantas bagaimana dengan nasib perusahaan induknya yang juga bernama BlackBerry?

Jawabannya baik-baik saja. Mereka banting setir ke bisnis teknologi lain dan cukup sukses. Unit keamanan sibernya fokus pada pengamanan aplikasi ponsel cerdas dan situs web perbankan seluler. Sedangkan unit internet of things fokus pada komunikasi teknologi dalam mobil.

"Kami sekarang memiliki pangsa pasar besar dari perangkat lunak yang tersemat di sebagian besar mobil," kata CEO BlackBerry, John Chen, seperti dikutip detikINET dari CNBC.

Ya, klaim John Chen tidak mengada-ada. Teknologi perusahaan teknologi yang berbasis di Kanada itu saat ini terdapat di sekitar 215 juta mobil dan menurut BlackBery, masih terus berkembang.

BlackBerry seperti diketahui, pernah berada di puncak pasar smartphone, dari Amerika Serikat sampai Indonesia. Pada tahun 2010, hampir separuh pelanggan ponsel cerdas di AS menggunakan BlackBerry, menurut Comscore.

Di Indonesia, segala kalangan memakainya untuk mengirim pesan melalui BlackBerry Messenger atau BBM. Saat itu, WhatsApp belum terlalu banyak digunakan.

BlackBerry terkenal memiliki keyboard fisik yang mumpuni dan keamanan siber canggih di zamannya. Namun setelah ponselnya tidak disukai pengguna gegara kedatangan iPhone dan Android, BlackBerry mengubah jalur bisnisnya.

Blackberry sempat melisensikan namanya ke produsen lain seperti TCL untuk memproduksi ponselnya, tapi tidak menuai kesuksesan. Sempat akan dibangkitkan lagi oleh perusahaan bernama Onward Mobility, rencana itu gagal dan kini ponsel BlackBerry baru sepertinya benar-benar tinggal kenangan.

"Setelah beberapa tahun, kami menyadari bahwa kami tidak akan pernah bisa menaikkan volume penjualan BlackBerry," kata John Chen, CEO BlackBerry. "Jadi kami membuat perubahan penting menjadi perusahaan khusus perangkat lunak dan fokus pada keamanan dan dunia maya, hal-hal semacam itu."



Simak Video "Kecanggihan Cara Sentuh Earbuds Huawei Watch Buds"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fyk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT