Siap-siap, Harga Chip Intel Bakal Makin Mahal

ADVERTISEMENT

Siap-siap, Harga Chip Intel Bakal Makin Mahal

Anggoro Suryo - detikInet
Jumat, 15 Jul 2022 06:20 WIB
SAN FRANCISCO - JULY 15:  The Intel logo is seen on a desktop computer at a Best Buy store July 15, 2008 in San Francisco, California. Intel has reported a 25 percent increase in its second quarter earnings with net income of $1.6 billion or 28 cents per share compared to $1.28 billion, or 22 cents per share one year ago. (Photo by Justin Sullivan/Getty Images)
Foto: GettyImages
Jakarta -

Intel mulai memperingatkan para konsumennya soal rencana mereka untuk menaikkan harga chip buatannya.

Rencana kenaikan harga itu pertama terendus saat earning call Q1 2022 April lalu, dan kini sudah diungkap ke konsumen. Kenaikan harga itu dilakukan karena biaya produksi yang terus meningkat.

Kenaikan harga ini akan mulai terjadi mulai musim gugur 2022 dengan besaran kenaikannya mulai dari single digit sampai 10%, dan bahkan bisa mencapai 20% di beberapa kasus, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (15/7/2022).

Intel memang belum memfinalisasi kenaikan harga tersebut, namun mungkin akan mencakup produk-produk seperti prosesor server dan PC, juga chip lain seperti WiFi dan chip konektivitas lain.

Langkah Intel ini muncul setelah pandemi yang menyebabkan krisis pasokan komponen chip. Baik itu chip untuk ponsel, PC, sampai mobil.

Di ranah PC, Intel baru-baru ini merambah chip grafis diskrit setelah sebelumnya hanya punya chip grafis terintegrasi. Di ranah ini mereka akan menjadi penantang untuk dua pemain besar yang ada, yaitu Nvidia dan AMD.

Chip grafis Intel itu bernama Arc, yang pada awal Juni lalu baru dipamerkan ke publik dalam ajang turnamen game Intel Extreme Master (IEM) yang digelar di Texas, Amerika Serikat. Pengujung ajang ini bisa melihat GPU Arc Alchemist edisi spesial dari dekat.

Arc yang dipamerkan berasa dari lini Alchemist 700, namun Intel tak mengungkap apakah GPU tersebut merupakan seri A770 atau A780, yang merupakan GPU flagship pesaing RTX 3070 dan 3080 dari Nvidia.

Sejauh ini, perjalanan GPU Intel ini tak bisa dibilang mulus. Pada 2021 mereka mengumumkan kalau peluncuran kartu grafis desktop PC itu akan tertunda sampai 2022. Namun pada Mei 2022 lalu, penundaannya ternyata diperpanjang.

Penundaan kehadiran Arc terjadi karena pabrik yang terdampak lockdown serta berbagai masalah software, yang menjadi masalah utama dari Arc. Penundaan ini membuat Intel belum bisa 'mengganggu' dua pemain besar di ranah GPU PC, yaitu Nvidia dan AMD.

Ditambah lagi ketersediaan GPU PC yang sebelumnya langka dan harganya menjulang sudah relatif membaik. Lalu Nvidia dan AMD pun sudah mulai membangun momentum untuk perilisan GPU generasi selanjutnya.



Simak Video "Komisi I DPR RI Sayangkan WNI Jadi Agen Intel Asing di Kaltara"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/afr)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT