Harga iPhone Diprediksi Bakal Tembus Rp 80 Juta

Harga iPhone Diprediksi Bakal Tembus Rp 80 Juta

Anggoro Suryo - detikInet
Minggu, 12 Jun 2022 22:00 WIB
Jakarta -

Saat ini ponsel dengan harga di atas Rp 10 juta mungkin sudah lazim, namun lima tahun lalu, harga setinggi itu untuk sebuah ponsel adalah hal yang mengagetkan.

Nah, pada 2032, harga ponsel premium seperti iPhone diprediksi bakal menembus USD 6.000 atau sekitar Rp 87 juta. Prediksi itu muncul dari peningkatan harga ponsel selama beberapa tahun ke belakang.

Pada 2012, Apple merilis iPhone 5 dengan harga USD 199, dan kini harga iPhone 13 Pro Max adalah USD 1.099, atau meningkat 452%. Jika tren itu terus berlanjut, pada tahun 2023 maka harga iPhone diprediksi menembus USD 6.059.

Peningkatan harga ponsel premium yang signifikan bisa dibilang terjadi saat Apple merilis iPhone X, yang harganya USD 999. Setelah Apple melakukan itu, pabrikan lain yang biasanya menjual ponsel dengan harga murah pun mengikuti langkah tersebut.

Menariknya, tak cuma iPhone yang harganya diprediksi bakal melesat pada 2023. Harga ponsel flagship Motorola dan Huawei pun bisa saja mencapai USD 3.300 pada tahun tersebut, dengan asumsi tren peningkatan harganya konsisten dengan saat ini, yaitu 221%.

Sebelum dihajar oleh Pemerintah AS, harga ponsel Huawei biasanya 30% lebih murah dibanding perangkat sekelasnya. Namun karena kini Huawei kesulitan mencari pasokan komponen, harga perangkatnya pun mengalami kenaikan.

Sementara ponsel Motorola pada periode yang sama harganya meningkat dari USD 300 menjadi USD 999, atau meningkat 233%, dan jika tren peningkatan itu terus terjadi, harga ponsel Motorola pada 2032 akan mencapai USD 3.333, demikian dikutip detikINET dari Phone Arena, Minggu (12/6/2022).

Lalu ada Samsung, yang ternyata peningkatan harganya lebih rendah dibanding ponsel-ponsel yang disebut di atas. Peningkatannya di periode yang sama hanya 184%. Lalu ada OnePlus yang meningkat 142%, Sony 105%, dan Nokia yang naik 55%.

Namun harus diingat, ada banyak faktor yang berpengaruh pada peningkatan harga ponsel. Dari mulai harga komponen, kelangkaan komponen, bahkan harga bahan bakar pun berpengaruh. Jadi, bisa saja prediksi itu salah dan peningkatannya tak sebesar itu, atau bisa juga malah lebih besar dari itu.

(asj/asj)