Mi 10T 5G Dituduh Sensor Kata Tertentu, Xiaomi Buka Suara

Mi 10T 5G Dituduh Sensor Kata Tertentu, Xiaomi Buka Suara

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Kamis, 23 Sep 2021 17:45 WIB
Logo baru Xiaomi
Mi 10T 5G Dituduh Sensor Kata Tertentu, Xiaomi Buka Suara (Foto: Xiaomi)
Jakarta -

Xiaomi angkat bicara terkait tuduhan ponselnya yang bisa menyensor pencarian dengan kata kunci tertentu di Lithuania.

Ponsel yang dimaksud adalah Mi 10T 5G, yang menurut Badan Keamanan Siber Lithuania punya sistem terintegrasi yang bisa mendeteksi dan menyensor kata kunci seperti 'Free Tibet', 'Long live Taiwan independence', atau 'democracy movement'.

Fitur ini menurut mereka sebenarnya sudah dimatikan di kawasan Uni Eropa, namun bisa dinyalakan secara remote kapan pun, demikian dikutip detikINET dari Reuters, Kamis (23/9/2021).

Namun menurut Xiaomi perangkat buatannya sama sekali tidak pernah dan tidak akan menyensor komunikasi yang dilakukan oleh penggunanya, baik dari ataupun yang menuju perangkat buatannya itu.

"Xiaomi tidak pernah tak tak akan pernah membatasi atau memblokir aktivitas pengguna ponsel kami, seperti melakukan pencarian, menelpon, browsing, ataupun menggunakan software komunikasi pihak ketiga," ujar Xiaomi dalam pernyataannya.

"Xiaomi sangat menghargai dan melindungi hak hukum dari semua penggunanya," tambahnya.

Selain itu Xiaomi pun menjawab tudingan yang menyebut ponsel Xiaomi mengirimkan data terenkripsi dari ponselnya ke server yang berada di Singapura, yang disebut melanggar aturan perlindungan data di Eropa.

"Kami menuruti aturan General Data Protection Regulation milik Uni Eropa," jelas Xiaomi.

Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Lithuania menyebut sistem di ponsel Xiaomi memiliki daftar sensor yang berisi 449 kata kunci dalam bahasa China dan terus diperbarui. Sistem ini juga mencakup kata kunci yang dimasukkan ke dalam browser.

"Ini penting tidak hanya bagi Lithuania tapi untuk semua negara yang menggunakan peralatan Xiaomi," kata National Cyber Security Centre dalam laporannya.

Imbauan pemerintah Lithuania ini sepertinya dipengaruhi oleh hubungan kedua negara yang sedang tidak harmonis. Bulan lalu, China meminta Lithuania menarik duta besar mereka di Beijing dan mengancam akan menarik perwakilan mereka di Vilnius setelah Taiwan mengumumkan perwakilan mereka di Lithuania akan mengusung nama Taiwanese Representation Office.



Simak Video "Sikap AS Atas Wacana Reunifikasi China ke Taiwan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)