Huawei Tak Lagi Jadi 5 Vendor HP Teratas di Kandangnya

Huawei Tak Lagi Jadi 5 Vendor HP Teratas di Kandangnya

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 30 Jul 2021 10:22 WIB
Huawei Mate 40
Ponsel Huawei. Foto: Adi Fida Rahman/detikINET
Beijing -

Sejak masuk dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat, Huawei langsung terseok-seok di pasar ponsel global. Vendor asal China ini masih bisa berjaya di negara asalnya, tapi sepertinya posisi mereka di pasar domestik juga sudah mulai goyah.

IDC baru saja merilis pangsa pasar ponsel China di kuartal kedua 2021 dan mereka menemukan Huawei tidak lagi masuk dalam daftar lima vendor teratas di negara asalnya. Kini Huawei masuk dalam kategori 'Other' dan disalip oleh mantan sub brand-nya Honor.

Menurut data IDC, Vivo menjadi vendor ponsel nomor satu di China pada Q2 2021 setelah menjual 18,6 juta unit dan meraup pangsa pasar sebesar 23,8%. Sedangkan di peringkat kedua ada Oppo yang menjual 16,5 juta unit dan memiliki pangsa pasar 21,1%.

Xiaomi berada di peringkat ketiga setelah menjual 13,4 juta unit dan memiliki pangsa pasar 17,2%. Selanjutnya ada Apple dan Honor di peringkat keempat dan kelima, masing-masing memiliki pangsa pasar 10,9% dan 8,9%.

Empat perusahaan teratas berhasil mendongkrak volume penjualannya, dan hanya Honor yang mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan Honor hanya menjual lima ponsel, sedangkan kompetitor lainnya menawarkan puluhan model, seperti dikutip dari Android Authority, Kamis (29/7/2021).

Turunnya Huawei dari peringkat lima besar di China memang cukup drastis. Sebelum masuk dalam daftar hitam, perusahaan besutan Ren Zhengfei ini bersaing ketat dengan Samsung di pangsa pasar global setelah sebelumnya menyalip Apple untuk menduduki posisi kedua.

Setelah menerima sanksi dari AS, dampaknya memang langsung terasa bagi Huawei di luar China karena mereka tidak lagi mendapatkan dukungan layanan Google. Tapi mereka tetap bisa mempertahankan penjualannya di Negeri Tirai Bambu.

Sepertinya sanksi ini juga mulai mempengaruhi rantai pasokan dan penjualan Huawei di pasar global dan China, mengingat Huawei tidak bisa memproduksi banyak chipset Kirin setelah dilarang berbisnis dengan produsen chip seperti TSMC.

Huawei sendiri akan meluncurkan ponsel flagship terbarunya, P50 series, pada hari ini, Kamis (29/7). Tapi belum diketahui apakah Huawei sudah menimbun chip Kirin 9000 dalam jumlah banyak agar bisa mengapalkan banyak unit.



Simak Video "Huawei Boyong MateBook D14 dan D15 ke Indonesia, Apa Kelebihannya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)