8 Pertimbangan Pilih HP Kekinian untuk Lebaran Online

8 Pertimbangan Pilih HP Kekinian untuk Lebaran Online

Lucky Sebastian - detikInet
Kamis, 13 Mei 2021 16:35 WIB
Ilustrasi Smartphone
Foto: Hamaya
Jakarta -

Saat menjelang dan selama masa libur Lebaran, penjualan smartphone juga meningkat. Sebagian pekerja yang menerima THR menggunakannya untuk berganti atau membeli smartphone baru. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, pertimbangan memilih HP pun lebih diperhitungkan untuk mendukung Lebaran online.

Apalagi sekarang mudik dilarang dan banyak tempat wisata ditutup. Sehingga bisa jadi, THR yang biasanya banyak digunakan untuk keperluan mudik atau liburan, sekarang bisa jadi lebih terarah untuk membeli smartphone, tablet, dan komputer.

Merespons kondisi ini, banyak vendor smartphone merilis smartphone-smartphone baru. Persaingan smartphone pun semakin ketat, sehingga banyak vendor berlomba-lomba membenamkan spesifikasi dan fitur terbaru untuk bersaing.

Fitur-fitur smartphone yang biasanya hanya diperuntukkan untuk versi flagship atau versi tertinggi, sekarang segera diturunkan ke versi mid atau entry level untuk lebih memikat konsumen.

Berikut ini rangkuman beberapa fitur atau teknologi baru yang bisa menjadi pertimbangan memilih smartphone kekinian untuk Lebaran online.

1. Refresh rate tinggi

Fitur kekinian yang banyak dibawa smartphone baru sekarang adalah refresh rate tinggi. Standarnya, smartphone kita itu refresh ratenya 60Hz. Jadi dalam 1 detik, 60 kali layar mengupdate informasinya.

Refresh Rate 60Hz ini masih bisa diikuti oleh mata kita, sehingga saat scrolling setiap perubahan layar akan terlihat, termasuk saat layar lambat mengupdate datanya, yang sering kita sebut lag, atau tidak mulus geraknya.

Untuk pergerakan layar yang mulus ini, diperlukan refresh rate lebih tinggi, misalnya 90Hz atau 120Hz. Refresh Rate 120Hz berarti layar mengupdate informasinya 2 kali lipat dari biasanya. Akibatnya, mata kita tidak lagi bisa melihat perubahannya dan gerakan menjadi mulus atau smooth.

Refresh Rate tinggi ini juga berguna untuk gaming, untuk game yang bisa dimainkan dengan FPS di atas 60Hz, sehingga gerakan pada game menjadi lebih nyata.
Untuk smartphone high end, refresh rate ini bisa berubah-ubah frekuensinya mengikuti konten yang ditampilkan layar, misal saat menonton film hanya 24-30Hz, saat membaca cukup belasan Hz, dan saat scrolling, bermain game, menjadi 120Hz.

Perubahan frekuensi ini menolong device lebih menghemat baterai, karena refresh rate tinggi memakan daya lebih banyak, tetapi ketika sudah terbiasa dengan refresh rate tinggi, memang sulit kembali ke refresh rate standar.

2. Layar AMOLED

Layar AMOLED sering diidentikkan dengan smartphone brand Samsung sebelumnya, karena sejak awal, ketika brand lain menggunakan layar LCD, Samsung sudah menggunakan panel AMOLED dan mengembangkan teknologinya.

Jarangnya smartphone, terutama yang berharga terjangkau, menggunakan layar AMOLED, karena layar ini cenderung lebih mahal. Tetapi sekarang banyak vendor juga menggunakannya, termasuk di smartphone mid-range.

Ini menandakan, panel AMOLED sekarang sudah lebih murah karena diproduksi dalam jumlah lebih banyak oleh banyak pabrikan lain. Mengapa AMOLED? Berbeda dengan LCD yang membutuhkan lampu backlight sebagai penerang, layar AMOLED bisa berpendar sendiri.

Panel AMOLED memiliki banyak kelebihan, diantaranya warna-warnanya lebih menonjol, serta kecerahan dan kontrasnya lebih baik dibanding LCD. Karena tidak membutuhkan backlight, panel AMOLED bisa dibuat jauh lebih tipis dibanding LCD, sehingga vendor bisa memanfaatkan ruang yang ada untuk membenamkan baterai lebih besar misalnya, bahkan ada tipe flexible AMOLED, panel AMOLED yang setipis kertas tissue, sehingga bisa dibuat lengkung atau dijadikan smartphone lipat.

Sekarang ini, sensor sidik jari di bawah layar baru bisa dilakukan di layar AMOLED. Sebentar lagi, akan hadir kamera selfie di bawah layar yang saat tidak sedang digunakan tidak akan tampak lubangnya.

Teknologi baru ini juga masih harus dilakukan di layar AMOLED. Jadi, layar AMOLED bisa dikatakan akan semakin umum digunakan dari sekarang hingga tahun-tahun mendatang.

3. Dual Speaker/Dolby Atmos

Smartphone sekarang sudah menjadi device yang diandalkan banyak orang, termasuk menikmati hiburan seperti menonton, streaming, mendengarkan musik, dan bermain game.

Sudah semakin umum kalau sekarang smartphone dilengkapi dengan dual speaker, agar suara yang dihasilkan lebih lantang. Dengan fitur seperti Dolby Atmos, suara bisa diatur sedemikian rupa sehingga seolah-olah kita berada pada tayangan yang ditampilkan.

Misalnya saat bermain game, kita akan mengetahui musuh ada di sebelah mana dari suara langkahnya. Saat menonton film, suara pintu berderit, sumber tembakan, deru kendaraan, dan lain sebagainya akan mengikuti tayangan.

Jika tidak memiliki dual speaker, fitur seperti Dolby Atmos bisa dinikmati juga dengan earphone. Bagi para penyuka musik, tak hanya Dolby Atmos, ada juga kerja sama vendor dengan brand audio yang dikenal untuk men-set suara yang dihasilkan lebih baik standarnya, misalnya tuned by AKG atau Harman Kardon. Ini juga boleh menjadi pilihan.

4. Widevine L1

Industri hiburan kita sudah bergerak berbeda, layanan film-film di televisi sudah banyak ditinggalkan, termasuk TV kabel. Sekarang eranya VOD atau video on demand.

Kita bisa menyewa film-film bioskop dari layanan Google atau berlangganan streaming bulanan seperti Netflix, Disney+, HBO, dan lain-lain. Di dalamnya, terdapat ratusan ribu film yang bisa kita pilih, dari film bioskop, dokumenter, film seri dan lain sebagainya.

Tetapi tidak semua device atau smartphone punya "izin" yang sama untuk memutar film tersebut dengan resolusi dan suara terbaiknya. Ini karena faktor security yang harus didaftarkan vendor ke Google salah satunya, untuk device dinyatakan aman sesuai aturan menghindari copyright pembajakan konten, yang dikenal dengan Digital Rights Management (DRM).

Tanpa izin Widevine dengan kelas L1, streaming tidak bisa dilakukan dengan resolusi tinggi walau device kita memiliki layar dengan resolusi yang cukup, misalnya layar FHD+ hanya diberi izin memutar film dengan resolusi SD, yang hanya seperenamnya. Jadi kalau kita membeli device dengan tujuan streaming VOD, izin Widevine L1 ini harus diperhatikan, bukan sekedar spesifikasi resolusi layar saja.