Ini Rahasia Xiaomi Bisa Jual HP dengan Harga Murah

Ini Rahasia Xiaomi Bisa Jual HP dengan Harga Murah

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 31 Mar 2021 12:30 WIB
Alvin Tse, Country Director Xiaomi Indonesia, saat peluncuran Xiaomi Redmi Note 10 dan Redmi Note 10 Pro.
Alvin Tse saat meluncurkan Redmi Note 10 series. Foto: Dok. Xiaomi
Jakarta -

Country Director Xiaomi Indonesia Alvin Tse mengungkap rahasia mereka bisa menjual HP dengan harga lebih murah ketimbang pesaingnya.

Harga ponsel yang lebih murah dengan pesaingnya ini menurut Alvin tetap dibarengi dengan memberikan kualitas produk dan komponen yang terjaga. Jadi apa rahasianya?

Menurutnya, hal ini bisa dicapai karena Xiaomi punya model bisnis yang sangat efisien. Mereka tidak jor-joran menghabiskan uang untuk berpromosi seperti para pesaingnya.

"Brand lain menghabiskan banyak uang untuk promosi lewat selebritis, billboard, mempekerjakan 20 ribu promotor (untuk mempromosikan produknya)," ujar Alvin dalam jumpa pers sebelum peluncuran Redmi Note 10 series, Selasa (30/3/2021).

Xiaomi memilih untuk mempromosikan produknya lewat Mi Fans, peritel, dan juga media sosial.

"Kami mempercayakan kepada peritel dengan visi yang sama dengan kami, Mi Fans, dan juga konsumen yang puas dengan produk kami untuk mempromosikan produk tersebut ke temannya," tambahnya.

Beberapa tahun lalu, CEO Xiaomi Lei Jun pun pernah membeberkan rahasia Xiaomi dalam menjual ponsel dengan harga murah. Hal itu ia jelaskan saat berkunjung ke Indonesia, pada September 2017.

Menurutnya, harga yang lebih murah itu bisa dicapai dengan menyunat sejumlah pos yang menjadi komponen penyusun harga ponsel. Komponen penyusun itu adalah bahan baku, riset dan pengembangan, biaya marketing, biaya distribusi, dan margin keuntungan.

"Biasanya produsen menjual ponselnya dengan harga 2,5 kali lipat harga modalnya, sementara kami hanya menjual dengan 1,1 kali harga modal," ujarnya saat itu.

Menurutnya, dari lima pos itu, hanya dua pos yang mereka jadikan komponen penyusun harga ponselnya, yaitu bahan baku dan biaya riset dan pengembangan. Sementara tiga komponen lain bisa dibilang biayanya adalah nol.

Pertama, biaya marketing. Awalnya Xiaomi memang tak mengeluarkan biaya apa pun untuk hal ini, begitu juga dengan biaya distribusi karena mereka melakukan semuanya sendiri. Terakhir keuntungan, yang menurut Lei Jun juga bisa dibilang tak ada.

"Xiaomi menjual produk dengan harga murah dengan memotong keuntungan, yaitu sama sekali tak mengambil keuntungan dari hardware. Lalu pada lima tahun pertama perusahaan kami tak mengeluarkan uang sama sekali untuk pemasaran dan promosi," klaim pendiri sekaligus CEO Xiaomi tersebut.



Simak Video "Kata Xiaomi soal Cuma Bawa 2 Varian Redmi Note 10 Series ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)