GPU Langka, Penambang Mata Uang Kripto Borong Laptop Gaming

GPU Langka, Penambang Mata Uang Kripto Borong Laptop Gaming

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Senin, 08 Feb 2021 11:35 WIB
LONDON, ENGLAND - APRIL 25: In this photo illustration of the litecoin, ripple and ethereum cryptocurrency altcoins sit arranged for a photograph beside a smartphone displaying the current price chart for ethereum on April 25, 2018 in London, England. Cryptocurrency markets began to recover this month following a massive crash during the first quarter of 2018, seeing more than $550 billion wiped from the total market capitalisation. (Photo by Jack Taylor/Getty Images)
Foto: Jack Taylor/Getty Images
Jakarta -

Langkanya kartu grafis untuk PC membuat sejumlah penambang mata uang kripto di China memborong laptop gaming murah.

Mata uang kripto yang dimaksud di sini adalah Ethereum, yang selama 2020 lalu nilainya melesat drastis. Kenaikan itulah yang membuat modal para penambang Ethereum ini bertambah untuk membeli perangkat penambang baru.

Lazimnya penambangan Ethereum ini baru bisa menguntungkan jika menggunakan kartu grafis untuk desktop. Penambangan menggunakan laptop biayanya lebih tinggi karena tak semua komponen yang ada di laptop bisa berguna untuk menambang.

Namun karena nilai tukar Ethereum yang meningkat ini, penambangan menggunakan laptop gaming jadi cukup menguntungkan. Ditambah lagi dengan peningkatan dari GPU Nvidia RTX 3000 untuk laptop yang baru dirilis.

Karena itulah sejumlah penambang di China memborong sejumlah laptop baru langsung dari pembuatnya. Lalu laptop yang diperkirakan menggunakan RTX 3070 dan 3060 tersebut dipasang di rak khusus.



Bahkan, ada juga sebuah video yang menunjukkan mudahnya melakukan penambangan mata uang kripto tersebut. Dalam video tersebut ditunjukkan si penambang menggunakan laptop Asus dengan RTX 3060, di mana ia menggunakan laptop tersebut di kedai Starbucks.

Di sana ia mencolokkan laptop ke charger, mulai menambang Ethereum, membeli kopi, melakukan sejumlah pekerjaan, dan dua jam kemudian pendapatan dari aktivitas penambangannya itu sudah balik modal untuk membayar kopi yang ia beli.

Hanya saja, penambangan ini baru akan menguntungkan jika dilakukan dengan pembelian laptop dengan jumlah besar di negara tertentu. Jadi seharusnya aktivitas ini tak akan membuat laptop gaming menjadi langka secara global, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Senin (8/2/2021).



Simak Video "WFH Bikin Orang Doyan Main Game, Acer Kenalkan 'Predator' Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/asj)