Cerita Orang Indonesia Pemilik iPhone 12 Pertama yang Mejeng di Tweet Bos Apple - Halaman 2

Cerita Orang Indonesia Pemilik iPhone 12 Pertama yang Mejeng di Tweet Bos Apple

Adi Fida Rahman - detikInet
Minggu, 25 Okt 2020 16:04 WIB
iPhone 12
Agnes dan iPhone 12 Pro yang dibelinya di Apple Orchard, Foto: dok Apple

Pilih iPhone 12 Pro

Agnes melakukan pre-order dua iPhone, satu untuknya dan satu lagi untuk sang suami. Agnes memilih iPhone 12 Pro Paciifc Blue 256 GB, sementara sang suami pilih iPhone 12 warna biru.

iPhone 12 Pro yang dibelinya untuk menggantikan iPhone XR yang digunakan selama dua tahun ini. Dia beralasan sudah saatnya upgrade ke varian yang lebih mumpuni sehingga memilih ponsel tersebut.

"Kalau dilihat spesifikasi dan fiturnya lebih bagus iPhone 12 Pro ketimbang iPhone 12. Karena mau upgrade, inginnya yang lebih bagus, setelah saya pelajari perbedaan iPhone 12 Pro dan iPhone 12 Pro Max lebih ke ukuran, karena saya kecil jadi pilih iPhone 12 Pro. Kalau iPhone 12 sepertinya fiturnya kurang," terangnya.

Adapun alasan memilih Pasific Blue lantaran opsi ini merupakan warna baru. Saat melihat langsung, Agnes pun langsung dibuat jatuh hati.

"Pacific Blue keren banget ketimbang birunya iPhone 12. Antara ekspektasi di foto dan aslinya beda banget," ujar Agnes.

Menurutnya, saat dipresentasikan warna iPhone 12 mirip-mirip Pacific Blue yang condong navy blue. Saat dilihat langsung, warna iPhone 12 lebih terlihat biru gelap atau biru electric.

iPhone 12Pengunjung Apple Orchard membeli iPhone 12 Pro Pacific Blue. Foto: dok Apple

Ketimbang desain barunya, Agnes lebih menyukai kemampuan kamera iPhone 12 Pro. Setelah beberapa hari digunakan, dia menilai foto malamnya jauh lebih ciamik ketimbang iPhone lamanya.

Tapi ada satu kekhawatiran Agnes, yakni soal IMEI. Pasalnya dia kerap menengok keluarganya di Batam. Dia cemas ponselnya tidak dapat dipasang SIM card lokal, sementara jika harus menggunakan layanan roaming tentunya cukup mahal.

"Misalnya border sudah dibuka, saya nggak tahu sinyalnya bakal ada atau nggak saat pulang kampung. Secara saya tinggal di Singapura, tidak registrasi IMEI. Bisa sih pakai roaming Singapura, tapi jadinya mahal," sembari tertawa.


Protokol Kesehatan

Agnes sempat menceritakan kalau Apple Orchard melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat. Setiap yang ingin membeli perangkat secara langsung harus melakukan pendaftaran secara online untuk mendapatkan jadwal kunjung.

Ketika hendak masuk Apple Orchard, pengunjung terlebih dahulu dicek suhu tubuhnya. Setelah itu, pengunjung diminta untuk scan self entry yang telah diberikan Apple saat pendaftaran.

iPhone 12Suasana penjualan iPhone 12 dan iPhone 12 Pro di Apple Orchard. Foto: dok Apple

Apple Orchard membatasi jumlah pengunjung maksimal 80 orang. Karena itu, satu meja display hanya boleh diisi oleh empat orang pengunjung.

"Masing-masing di ujung kanan dan kiri meja, di tengahnya dibuat kosong. Protokol Apple sangat ketat. Kita sebagai konsumen menjadi secure ya," pungkasnya.

Tonton video "Cerita Wanita asal Indonesia yang Fotonya Mejeng di Twitter Tim Cook" di sini:

[Gambas:Video 20detik]

(afr/rns)